harapanrakyat.com – Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin masih menunggu keputusan Mendikbud Ristek terkait rencana penghapusan jurusan di SMA. Ia memastikan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA masih berlaku di tahun ajaran 2024/2025.
Bey juga mengaku sudah menerima informasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim soal penghapusan jurusan di SMA.
Baca Juga : Kemendikbudristek Dapati Temuan dan Aduan soal Program KIP Kuliah
“Sementara iya masih, karena belum ada sosialisasi, tapi hari ini tetap berjalan seperti biasa. Pak Menteri pun menyampaikan, tidak semudah itu menjalankan (penghapusan jurusan SMA). Jadi kita tunggu,” kata Bey Bey di Gedung Sate, Rabu (24/7/2024).
Bey menambahkan, Dinas Pendidikan Jawa Barat belum mendapat sosialisasi secara lengkap mengenai penghapusan jurusan di SMA itu. Oleh karenanya, kata Bey, Pemprov Jawa Barat memilih menunggu kepastian lanjutan dari Kemendikbud Ristek terkait rencana penghapusan jurusan tersebut. “Tadi update dari Pak Kadisdik Jawa Barat, belum ada sosialisasi,” tuturnya.
Sebagai informasi, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo menyatakan, 95 persen sekolah sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Sedangkan, 5 sampai 10 persen sekolah masih menggunakan ketentuan penjurusan SMA.
Baca Juga : Profil Mahasiswa Penerima KIP Kuliah jadi Bahan Evaluasi Kemendibudristek
Anindito menjelaskan, penghapusan jurusan di SMA bertujuan untuk memberikan keleluasaan bagi peserta didik ketika menentukan minatnya. Sehingga, lanjut ia, peserta didik kelas 11 dan 12 di sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, memilih mata pelajaran berdasarkan minat studinya.
“Para peserta didik di sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, akan lebih detail mempelajari bidang yang sesuai dengan pilihannya,” ucapnya Kamis (18/7/2024). (Reza/R13/HR Online/Editor-Ecep)