harapanrakyat.com,- Engkus Kusnadi (69) warga lingkungan Warga Mulia RT 21 RW 10 Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja Kota Banjar, Jawa Barat, yang hidup belasan tahun di tepi hutan tanpa fasilitas listrik berharap dapat bantuan dari pemerintah.
Engkus mengungkapkan keinginannya memiliki tempat tinggal baru. Ia pun mengaku bersedia ketika nantinya pindah ke tempat tinggal yang lebih layak dan memadai.
“Hoyong abi oge. Kalau ada ya Alhamdulillah. Saya juga berdoa pengen punya tempat tinggal. Jadi seperti warga yang lain,” kata Engkus, Rabu (19/6/2024).
“Ibaratnya itu tempat tinggal luasnya kayak pos ronda juga nggak apa-apa, asal ada tanah biar bisa hidup kaya warga yang lain,” katanya menambahkan.
Baca juga: Lurah Purwaharja Banjar Bakal Bantu Warga yang Hidup tanpa Listrik, tapi…
Lanjut Engkus menceritakan kondisi gubuk yang ia tempati saat ini bagian atapnya banyak yang bocor saat hujan turun. Saat malam hari juga sangat gelap karena hanya menggunakan penerang dari lentera dan lilin.
Bahkan, lentera dari minyak tanah tersebut terkadang mati saat jam 12 malam, sehingga harus menggantinya dengan lilin untuk penerangan.
“Kalau malam ya sangat gelap. Kadang-kadang lampu jam 12 mati karena minyak tanahnya habis. Kalau hujan juga pada bocor,” katanya.
Sebelumnya lurah Purwaharja Hendi Somantri mengatakan, sudah mengetahui informasi adanya warga di lingkungannya yang hidup di tepi hutan tanpa fasilitas penerangan listrik tersebut.
Pihaknya akan memfasilitasi tempat tinggal untuk warga tersebut asalkan yang bersangkutan mau menempati tempat yang akan disediakan oleh pemerintah.
“Pada prinsipnya kami siap membantu memfasilitasi kalau warga tersebut mau dipindahkan ke tempat atau lahan milik pemerintah kota. Untuk bantuan yang lain bantuan beras sudah ada,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)