Sejarah Perang Salib ada kaitannya dengan penyebaran agama Islam. Hal ini karena umat Kristen berupaya untuk menghentikan penyebaran agama tersebut. Dalam upaya tersebut, umat Kristen menggunakan salib sebagai simbolnya.
Baca Juga: Sejarah Hari Valentine, Momen Kasih Sayang Tiap 14 Februari
Peperangan ini berlangsung sengit dan terjadi dalam kurun waktu yang lama. Periode berlangsungnya perang ini sejak tahun 1095 sampai dengan 1291. Hal inilah yang membuat peperangan memberikan dampak signifikan.
Sejarah Perang Salib 1095-1291
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa perang ini terjadi karena umat Kristen ingin menghentikan penyebaran agama Islam di sejumlah wilayah. Hal ini karena Islam berhasil menduduki sejumlah kota sekaligus tempat suci Kristen sejak 632 Masehi.
Dengan lambang salib, umat Kristen menyebut perang ini suci. Hal ini karena perang tersebut bertujuan untuk membebaskan Baitul Maqdis dari orang Islam.
Mengenai awal mulanya, peperangan ini diprakarsai Paus Urbanus II di Konsili Clermont. Seruan tersebut menggerakkan ksatria dan petani untuk menuju tanah suci.
Ksatria dan petani dalam sejarah Perang Salib ini berbondong-bondong melakukannya karena ada janji berupa penebusan atau pengampunan dosa. Bukan hanya itu, semangat berkorban juga tinggi karena ada iming-iming tanah dan kekayaan.
Tujuan Utama Perang Salib
Peperangan ini terjadi bukan hanya karena ingin menghentikan penyebaran agama Islam saja, melainkan juga memiliki tujuan-tujuan lainnya. Tujuan tersebut ialah merebut tanah suci dan Yerusalem. Kini wilayah tersebut terkenal dengan sebutan Palestina, sebagian Lebanon, Israel dan Yordania.
Wilayah-wilayah tersebut ada di tangan umat Islam. Umat Kristen pun berupaya sebaik mungkin untuk merebutnya kembali.
Karena peperangan ini, maka terciptalah pertempuran antara Eropa dan muslim. Dampak yang timbul sangatlah besar karena berlangsung lebih dari 100 tahun lamanya.
Hasil Akhir Perang Salib
Sejarah Perang Salib terbagi jadi 9 periode. Tiap periodenya memiliki hasil akhir berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan Ensiklopedia Perang-Perang Besar di Dunia.
Untuk periode pertama pada tahun 1095, umat Kristen berhasil merebut wilayah Yerusalem dari tangan orang Islam. Lalu di periode kedua, umat Islam mengambil alih Yerusalem lagi.
Selanjutnya di periode ketiga, umat Islam berhasil mempertahankan Yerusalem. Sementara di periode keempat, kaum Kristen berhasil memenangkannya.
Berlanjut pada periode kelima, umat muslim kembali menang sekaligus mempertahankan Mesir. Namun di periode keenam, kaum Kristen yang menang.
Kemudian di periode ketujuh, kaum muslim yang kembali menang. Berbeda dari sejarah sebelumnya, pada periode Perang Salib kedelapan berakhir imbang karena tidak ada yang memenangkan pertempuran.
Baca Juga: Ditolak di Aceh, Inilah Sejarah Etnis Rohingya yang Dijuluki Manusia Perahu
Terakhir di periode kesembilan, umat muslim merebut kembali Acre. Dari pertempuran-pertempuran tersebut, kaum muslim berhasil memenangkan peperangan jika melihat hasil akhirnya.
Dampak Perang Salib
Peperangan ini memberikan dampak positif dan negatif. Untuk dampak positifnya yaitu Bangsa Barat bisa mendapatkan perkembangan budaya dari Islam. Hal ini karena Bangsa Barat menjadi lebih mudah dalam mempelajari ilmu dari ilmuwan Islam.
Lalu untuk dampak negatifnya, dunia Islam jadi mengalami kemunduran di berbagai bidang kehidupan. Mulai dari keagamaan, sosial ekonomi, politik kenegaraan, pendidikan, sampai dengan kebudayaan.
Akibat hal tersebut, kekuatan politik umat muslim jadi melemah. Bahkan antar sesama muslim saling berselisih dan terpecah-belah.
Tokoh Perang Salib
Dalam sejarah Perang Salib, ada berbagai fakta menarik yang tak kalah penting untuk kita ketahui. Adapun salah satu faktanya ialah seputar tokoh yang ikut peperangan.
Sebut saja Shalahuddin Al Ayyubi. Penjelasannya ada di akun media sosial Instagram @santishopian3gmail.com9915.
Akun tersebut menjelaskan bahwa tokoh dalam sejarah Perang Salib ini memiliki peranan penting atas kemenangan Islam. Karena hal itu, umat muslim begitu segan dan hormat padanya.
Lalu untuk tokoh lainnya terungkap dalam akun Instagram @pustakaalkautsar. Akun tersebut menyebut Nuruddin Zanki sebagai salah satu tokoh Islam yang berpengaruh atas kemenangan Indonesia di peperangan ini.
Tokoh tersebut berani melawan penjajah sekaligus memperkuat wilayah Islam. Bahkan ia berhasil memperbaiki kondisi masyarakat muslim yang ada di Syria.
Di bawah kepemimpinannya, ia juga berhasil menyatukan Syam, Mesir dan Jazirah Arab. Hal inilah yang membuat namanya begitu kondang.
Baca Juga: Sejarah Konflik Israel-Palestina dan Hubungan Diplomatik dengan Indonesia
Setelah simak uraian di atas, tentu bisa tahu bagaimana sejarah Perang Salib. Peperangan ini sangat memilukan dan sengit. Dalam hasil akhirnya, umat muslim yang memenangkan peperangan. (R10/HR-Online)