harapanrakyat.com,- Sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, serta instansi terkait turun gunung mengunjungi keluarga yang hidup di tepi hutan tanpa fasilitas listrik dan air bersih.
Keluarga tersebut yaitu Engkus Kusnadi (69), yang tinggal di Lingkungan Warga Mulia, RT 21/10, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja.
Setelah melihat langsung, pejabat pemerintah kota itu pun memastikan akan mengevakuasi dan memfasilitasi tempat tinggal untuk warga Engkus dan keluarganya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Banjar, Agus Mulyana mengatakan, kunjungan tersebut merupakan kehadiran pemerintah membantu masyarakat yang kondisinya perlu dibantu.
Terkait solusi atas kondisi keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal dan hidup tanpa fasilitas listrik tersebut, Pemkot Banjar akan menyediakan hunian yang layak.
“Rencana mau kita pindahkan. Kita akan hubungi keluarganya dulu, karena kebetulan ada saudaranya yang aghniya kita akan carikan solusinya,” kata Agus kepada wartawan di sela kunjungan, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga: Cerita Warga Kota Banjar Hidup Belasan Tahun di Tepi Hutan tanpa Listrik
Sedangkan untuk tempat tinggal tersebut, sambung Agus, nantinya bisa dengan cara menempati tanah hibah atau menempati aset milik pemerintah kota. Sementara untuk material pembangunannya, Baznas akan membantunya.
“Apabila nanti tidak ada dari pihak keluarga, bisa nanti ditempatkan di tanah hibah atau fasilitas tanah milik pemerintah. Tapi yang jelas, itu hak guna pakai,” katanya menambahkan.
Bantuan Lain untuk Keluarga yang Hidup di Tepi Hutan Tanpa Listrik di Kota Banjar
Selain mengevakuasi, pihaknya juga memastikan bahwa warga tersebut saat ini telah tercover dalam program BPJS Kesehatan JKN-KIS.
Kemudian, juga sudah tercover dalam program bantuan sosial dari Dinas Sosial. Bantuan tersebut berupa program bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) 10 kilogram setiap bulan.
“Kemudian untuk kedua balita yang sebetulnya tidak di sini tapi di Batulawang, juga akan kami pantau perkembangannya,” ucapnya.
Baca Juga: Lurah Purwaharja Banjar Bakal Bantu Warga yang Hidup tanpa Listrik, tapi…
Sementara terkait hidup tanpa fasilitas listrik, menurutnya, untuk tanah yang keluarga Engkus tempati, sebenarnya peruntukannya bukan untuk tempat tinggal. Selain itu juga bukan tanah pribadi, sehingga menjadi terkendala.
Engkus dan keluarganya juga sebelumnya sering berpindah-pindah tempat tinggal. Seperti di wilayah Cisaga dan Jakarta, dan baru 1,5 tahun tercatat secara resmi di administrasi kependudukan.
“Tapi yang jelas orang Banjar. Makanya nanti akan kami evakuasi,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Kota Banjar yang Hidup Tanpa Listrik Berharap Bantuan Tempat Tinggal
Sementara itu, Engkus mengaku memiliki saudara yang memiliki usaha, dan sudah mengetahui kondisinya tersebut. Namun usaha saudaranya saat ini sedang tidak bagus.
Ia pun bersedia ketika nantinya dievakuasi oleh pemerintah kota, untuk menempati tempat tinggal baru yang lebih layak.
“Sudah tahu tapi usahanya lagi nggak bagus, bingung saya menceritakannya. Saya siap mau pindahkan, yang penting jalurnya benar,” ucapnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)