harapanrakyat.com,- Lurah Purwaharja, Kecamatan Purwaharja Kota Banjar, Jawa Barat, buka suara terkait adanya salah seorang warganya yang hidup di tepi hutan tanpa fasilitas listrik dan tidak memiliki fasilitas air bersih.
Lurah Purwaharja Hendi Somantri membenarkan adanya warga yang hidup tanpa fasilitas listrik di lingkungannya tersebut.
Pihak Kelurahan juga sudah mengetahui kondisi warga tersebut. Menurutnya hal itu terjadi karena warga tersebut menempati tanah tumpang karang.
Sehingga, kata Hendi, menjadi kendala bagi pemerintah ketika akan mengusahakan bantuan pasokan listrik untuk warga tersebut.
“Sudah ada laporan tadi, cuma kan masalahnya itu kan tanahnya tumpang karang. Kalau tumpang karang kan susah untuk bantuan,” kata Hendi, Rabu (19/6/2024).
Baca juga: Cerita Warga Kota Banjar Hidup Belasan Tahun di Tepi Hutan tanpa Listrik
Lanjutnya menjelaskan, pihak kelurahan sebetulnya sudah pernah mengunjungi keluarga tersebut dan sudah menawarkan juga supaya pindah menempati fasilitas tinggal milik pemerintah kota.
Tetapi dari warga tersebut tidak mau dengan alasan nanti harus menyesuaikan dengan kondisi hidup baru lagi, sehingga bersikukuh dan memilih untuk menempati gubuk tersebut.
“Sebetulnya di sana itu ada dua keluarga. Dulu mau kita bantu agar pindah ke tempat milik pemerintah kota biar tinggal di sana. Fasilitas listriknya juga akan kita pikirkan, tapi orangnya yang nggak mau,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, terkait bantuan sosial dari pemerintah kota bahwa untuk warga tersebut pada tahun ini mendapatkan bantuan berupa beras cadangan pangan setiap bulan.
Adapun untuk bantuan yang lain seperti program bantuan pangan non tunai (BPNT) dan BPJS Kesehatan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan instansi terkait.
Ia menegaskan, akan memfasilitasi tempat tinggal untuk warga tersebut asalkan yang bersangkutan mau menempati tempat yang akan disediakan.
“Pada prinsipnya kami siap membantu memfasilitasi kalau warga tersebut mau pindah ke tempat atau lahan milik pemerintah kota. Untuk bantuan yang lain bantuan beras sudah ada,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)