harapanrakyat.com,- Bendung Nagawiru yang berada di wilayah Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ternyata merupakan peninggalan dari Bupati Galuh, Raden Adipati Arya (RAA) Kusumadiningrat.
Meski dibangun pada masa pemerintahan RAA Kusumadiningrat dari tahun 1839-1886, namun sampai sekarang ini Bendung Nagawiru tetap kokoh.
Baca Juga: Kisah Sumur Nyimas Nawang Wulan Baregbeg Ciamis dan Wanita Cantik Penunggunya
Bahkan, bendung tersebut bermanfaat bagi masyarakat dalam mengairi pesawahan, kolam dan perkebunan di wilayah Kota Ciamis.
Budayawan Ciamis dan juga Dosen Kagaluhan Universitas Galuh Ciamis, Ilham Purwa, menceritakan sejarah asal muasal bendung tersebut yang mulai dari arti dari Nagawiru. Jadi, Nagawiru mempunyai cerita mitologi dan punya beberapa versi.
“Cerita mitologinya itu ada beberapa versi. Di antaranya adalah dahulunya merupakan Naga yang berada di wilayah Kerajaan Galuh, berkaitan dengan Ki Ajar Sukaresi,” katanya, Jumat (28/6/2024).
Asal Usul Bendung Nagawiru di Ciamis
Menurut tradisi lisan masyarakat Ciamis, Nagawiru merupakan seekor ular raksasa atau makhluk mitologi berbentuk ular raksasa yang mengerami telur ayam Ciungwanara.
Kemudian, Ki Ajar Sukaresi sendiri itu adalah ayah Ciungwanara. Ketika turun jadi raja, dirinya memilih menjadi seorang resi yang bertapa di Gunung Padang Sukaresik, Sindangkasih.
“Nagawiru itu yang sering berkomunikasi dan interaksi dengan Ki Ajar Sukaresi. Sungai ini, terbentuk dari jalur lintasan Nagawiru itu sendiri. Hal itu menurut salah satu cerita turun temurun masyarakat Galuh Ciamis,” tuturnya.
Baca Juga: Legenda Lutung Kasarung Ternyata Ada di Ciamis, Ini Ceritanya
Ilham menyebut, Bendung Nagawiru di Ciamis sendiri dibangun oleh salah satu Bupati Galuh yakni RAA Kusumadiningrat. Dibangunnya bendungan tersebut untuk mengairi persawahan di Kota Ciamis.
“Kota Ciamis sendiri masih banyak persawahan, perkebunan dan kolam. Pada saat ini sektor pertanian di bawah kepemimpinan Kanjeng Prebu alami kemajuan,” ucapnya.
Makanya, salah satu aliran sungai atau irigasi yang disebut selokan Ciamis, mengalir dari Sindangrasa kemudian masuk ke Linggasari dan langsung ke tengah Ciamis. Asal usulnya itu diambil dari Sungai Cileueur.
“Oleh karena itu, kita sering menemukan beberapa aliran drainase tua. Salah satunya di perempatan sate Etom. Itu merupakan anak irigasi,” terangnya.
Baca Juga: Cerita Mitos Larangan Rumah Bertingkat di Karangkamulyan Ciamis
Ilham menegaskan, Bendung Nagawiru yang ada di Kecamatan Ciamis, dahulu awalnya dibuat secara sederhana bentukanya, tidak semodern sekarang. Tapi dengan arsitektur yang detail, bangunan itu kuat dan sekarang bisa bertahan dan dikembangkan.
“Bendung Nagawiru itu di antaranya bendungan tertua di Ciamis,” tegasnya.
“Berdasarkan kisah masyarakat dari mulut ke mulut. Karena sungai tersebut kaitannya erat dengan mitologi naga, akhirnya disebutlah Bendung Nagawiru. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)