harapanrakyat.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, menargetkan calon Bupati Bandung pada Pilkada serentak. DPD Partai Golkar meminta dua kadernya yang telah mengantongi surat tugas, mampu menjalankan mandat DPP Partai Golkar.
Baca Juga : DPD Partai Golkar Banjar Silaturahmi ke Partai Demokrat, Beri Sinyal Koalisi?
Sebagai informasi, DPP Partai Golkar memberikan surat tugas kepada dua kadernya untuk maju di Pilkada Kabupaten Bandung 2024. Dua kader tersebut yakni Sugianto dan Sahrul Gunawan. Sosok Sugianto saat ini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bandung periode 2019-2024. Sedangkan Sahrul Gunawan, saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bandung.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily menjelaskan, sesuai dengan tahapan dari DPP Partai Golkar, saat ini Sugianto dan Sahrul diminta untuk bekerja di masyarakat dalam upaya meningkatkan elektabilitas keduanya.
“Saat bersamaan juga, Partai Golkar sedang melakukan survei tahap pertama untuk persiapan Pilkada di Kabupaten Bandung ini. Hal ini untuk melihat sejauh mana tingkat popularitas baik calon dari internal partai maupun calon-calon yang berpotensi dari partai lain,” ujar Ace, Jumat (10/5/2024).
Ace mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah acara di Kantor DPD Golkar Kabupaten Bandung, Jalan Citaliktik, Soreang.
Ia menegaskan, setelah survei internal tersebut, pihaknya akan melihat siapa dari figur tersebut yang memiliki tingkat elektabilitas yang kemungkinan akan dicalonkan Partai Golkar.
Baca Juga : PAN Sambangi Golkar Ciamis Jalin Komunikasi Koalisi Jelang Pilkada
“Agustus 2024 ini, Partai Golkar akan mengeluarkan rekomendasi. Hal itu bersamaan dengan pendaftaran ke KPUD. Selagi menuju Agustus, partai (Golkar) memerintahkan dua figur ini turun ke masyarakat. Karena Golkar Jawa Barat meminta Golkar Kabupaten Bandung bahwa target kita adalah calon bupati pada pilkada serentak ini,” kata Ace.
Tak Hanya Populer, Aspek Ini Jadi Pertimbangan Penting Rekomendasi Golkar pada Pilkada Kabupaten Bandung
Ace menjelaskan, terkait pemberian rekomendasi kepada bakal calon untuk menjadi calon bupati pada pilkada di Kabupaten Bandung ini, ada beberapa pertimbangan.
Ia menegaskan, dasar rekomendasi untuk calon bupati itu di antaranya popularitas. Akan tetapi, kata ia, aspek elektabilitas menjadi salah satu aspek yang paling penting. Tentunya, lanjut ia, setelah hasil survei keluar, pihaknya pun akan membangun komunikasi politik dengan partai lain untuk membangun koalisi.
“Kalau komunikasi silakan saja. Kalau penjajakan koalisi (Pilkada Kabupaten Bandung) antara Golkar dengan partai lain di Kabupaten Bandung, nanti menjelang pendaftaran. Koalisi juga tergantung dari keputusan DPP Partai Golkar,” katanya. (Ecep/R13/HR Online)