harapanrakyat.com – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Barat menggandeng sejumlah pondok pesantren, untuk memperkenalkan olahraga berkuda. Hal itu sebagai bagian dari komitmen Pordasi dalam proses regenerasi atlet berkuda.
Baca Juga : NPCI Pusat Panggil Ketua NPCI Jawa Barat Soal Kisruh di Tubuh Organisasi
Ketua Umum Pordasi Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, melalui nota kesepahaman bersama forum pondok pesantren itu, pihaknya bertekad meningkatkan kualitas atlet.
“Jadi kerja sama antara Pordasi dengan Forum Pondok Pesantren Jawa Barat ini bagian dari pembinaan. Karena cukup banyak bibit atlet yang lahir dari pondok pesantren,” ungkapnya, Rabu (8/5/2024).
Pihaknya juga mendorong agar pesantren yang belum memiliki kegiatan olahraga berkuda, untuk melakukan pengenalan. Ia menerangkan, Pordasi Jabar akan mengembangkan potensi atlet di nomor Horse Back Archery (HBA) dan Equestrian. Hal tersebut, untuk masa depan olahraga berkuda Jawa Barat.
Ono menuturkan, pihaknya menyadari potensi berkuda di Jawa Barat sangat besar dengan kesuksesan di ajang PON 2016 lalu. Oleh karena itu, prestasi tersebut harus terus terjaga, apalagi cabang olahraga berkuda di Jawa Barat juga mampu menjaga eksistensinya. Terutama, lanjutnya, ketika tampil di sejumlah ajang level nasional.
“Pordasi Jawa Barat harus memberikan kontribusi yang besar kepada Jawa Barat. Kontribusi ini, baik dalam agenda skala nasional yaitu PON dan juga kejuaraan-kejuaraan yang dilaksanakan PB Pordasi,” katanya.
Pordasi Jawa Barat Jaga Kuda Berkualitas
Ia menambahkan cabang olahraga berkuda cukup familiar di beberapa pondok pesantren di Jawa Barat. Terlebih olahraga ini juga sangat kental dengan ajaran Rasulullah SAW, terutama HBA atau berkuda sambil memanah.
Baca Juga : Atraksi Atlet Sepatu Roda Kota Banjar, Diproyeksikan Ikut Ajang Porprov
Kendati sudah sangat familiar, Pordasi Jawa Barat memiliki tanggung jawab agar proses regenerasi atlet bisa berjalan dengan baik. Termasuk memunculkan atlet-atlet berkarakter di Jawa Barat.
Selain menjaga regenerasi para atlet, Ono Surono juga berkomitmen, pihaknya akan menjaga kuda-kuda berkualitas yang sudah menjadi bagian dari tim Jawa Barat. Pihaknya berharap, langkah ini bisa mendapat dukungan banyak pihak, demi memenuhi target juara umum PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara.
“Kita akan inventarisir kuda dan atletnya, karena di dunia olahraga kan selain transfer pemain, juga terjadi transfer kuda. Intinya Pordasi juga perlu dukungan dari Pemprov Jawa Barat dari KONI Jawa Barat. Memastikan kuda-kuda terbaik Jawa Barat ini juga tidak bisa pindah, naturalisasi ke wilayah lain, baik kudanya dan juga atletnya,” ucapnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)