harapanrakyat.com,- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang, Jawa Barat, pagi ini Selasa (08/05/2024) merayakan momen bersejarah Panen Raya dan Revitalisasi Pelayanan Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA yang Semakin Berdampak.
Kegiatan ini diresmikan langsung Inspektur Jenderal Kemenkumham R.I Reynhard Silitonga serta di hadiri Kakanwil DKI Jakarta, Ketua Ombudsman Jawa Barat, Ketua DPRD Kab.Karawang, Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi.
Kemudian Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Karawang, Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil Kemenkumham Jabar, Kepala Unit Pelaksana Teknis se-Jawa Barat dan tamu undangan lainnya.
Revitalisasi Pelayanan Pembinaan WBP yang Semakin Berdampak ini, merupakan buah dari pemikiran mengenai fungsi pemidanaan tidak lagi sekedar penjeraan. Tetapi juga merupakan suatu usaha rehabilitasi dan reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk pulihnya kesatuan hubungan WBP dengan masyarakat.
Kondisi ideal yang berusaha dicapai terkait dengan pembinaan keterampilan kerja bagi WBP, yaitu walaupun mereka ada di dalam binaan Lapas tetapi tetap masih dapat mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.
Berbagai jenis kegiatan produktif telah dilaksanakan di UPT Pemasyarakatan di Jawa Barat antara lain, budidaya ikan, pertanian, kerajinan tangan, aksesoris dan furniture.
Baca juga: Kemenkumham Jabar Bareng Dinas KUK Bantu UMKM Naik Kelas
Program Pertanian dan Perikanan Lapas Kelas IIA Karawang Berkelanjutan
Adapun peresmian Revitalisasi Pelayanan Pembinaan WBP Lapas Kelas IIA Karawang yang semakin berdampak meliputi Klinik dan Rawat Inap serta Dapur Hebat Aman, Enak, Higienis dan Tersertifikasi yang ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Inspektur Jenderal Kemenkumham R.I yang menandakan bahwa klinik beserta dapur siap beroperasi dan dijalankan.
Kakanwil Kemenkumham Jabar Masjuno dalam sambutannya mengatakan, bahwa pengelolaan lahan pertanian dan perikanan oleh WBP bersifat berkelanjutan (continue).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemitraan dengan dunia usaha dalam rangka pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Karawang.
“Kegiatan ini hendaknya dapat memberikan motivasi bagi LAPAS lainnya agar lebih meningkatkan dan mengoptimalkan pelaksanaan pembinaan dengan memanfaatkan kondisi dan sarana yang ada/tersedia,” ungkap Masjuno.
Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat menjadi salah satu bagian program yang berarti agar dapat segera mewujudkan program-program nyata hasil sinergi dari semua pihak dalam pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP. Khususnya yang ada di wilayah Jawa Barat.
“Hari ini dengan bangga kami sampaikan sejarah tentang ikonik Lapas Karawang bisa menjadi rujukan kembali bagi Lapas dan Rutan se Indonesia,” tutur Masjuno dalam sambutannya.
Perwakilan Bupati Karawang mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lapas Karawang. Pemkab Karawang yakin dengan adanya revitalisasi pelayanan WBP ini bisa mengembangkan Sumber Daya WBP serta mendukung Lapas Karawang semakin berdampak dan semakin dirasakan nyata oleh masyarakat.
Irjen Kemenkumham RI Merasa Bangga
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemenkumham R.I Reynhard Silitonga dalam sambutannya merasa bangga dan mengapresiasi langkah Lapas Karawang yang senantiasa berkomitmen dalam melakukan Revitalisasi Pelayanan Pemasyarakatan, dengan melahirkan dan melaksanakan program-program yang memiliki dampak langsung pada pelayanan dan kemandirian warga binaan.
Hal ini menandakan refleksi nyata upaya kesungguhan Lapas Kelas IIA Karawang secara khusus dan Kementerian Hukum dan HAM secara umum untuk mengimplementasikan Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yang bermuara pada terwujudnya reintegrasi sosial terhadap WBP yang dibinanya.
Apresiasi yang tinggi ditujukan pula kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dan Dinas Pertanian serta stakeholders terkait. Yang terlibat dalam pelaksanaan program-program yang dicanangkan oleh Lapas Kelas IIA Karawang. Sinergi yang baik telah menghasilkan keberhasilan antar instansi pemerintah.
Rangkaian kegiatan peresmian tersebut, ditutup dengan tinjauan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Panen Budidaya Padi hasil Warga Binaan Pemasyarakatan yang letaknya di belakang Lapas Kelas IIA Karawang, dengan melakukan petuk padi oleh Inspektur Jenderal Kemenkumham R.I sebagai tanda bahwa hasil SAE Lapas Kelas IIA Karawang telah siap berproduksi berkelanjutan. (R8/HR Online/Editor Jujang)