harapanrakyat.com,- Kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun 2024 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan Ciamis mencatat ada 688 kasus DBD dengan 4 orang meninggal dunia.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Ciamis Edis Herdis mengatakan adanya peningkatan kasus DBD ini, pihaknya berupaya melakukan penanganan dan pencegahan.
“Peningkatan kasus ini berdasarkan data tiap bulan di tahun 2024 yang dilaporkan dari 37 puskesmas di kabupaten Ciamis. DBD saat ini tersebar di 27 kecamatan,” ungkapnya.
Baca Juga: Data DBD Tahun 2023 di Ciamis Capai 220 Kasus, 2 Meninggal Dunia
Data terbaru sampai tanggal 3 Mei 2024 total penderita 688 kasus dengan 4 orang meninggal dunia. Angka tertinggi terjadi pada bulan April dengan jumlah 236 kasus dengan 1 orang meninggal dunia.
Sedangkan berdasarkan golongan umur, paling banyak penderita usia 15 sampai 44 tahun dengan 368 kasus dengan 1 orang meninggal dunia.
“Dengan jumlah kasus ini jelas pencegahan dan penanganan harus gencar kita lakukan bersama-sama. Tujuannya demi menekan angka kasus DBD di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.
Salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M. Menurutnya, fogging atau pengasaman tidak efektif membunuh nyamuk tapi hanya mengusir sementara. Sedangkan masih ada jentik yang akan jadi nyamuk dewasa penyebab DBD.
Bahkan sesuai edaran Bupati Ciamis setiap perkantoran dan lingkungan harus ada Juru pemantau jentik (jumantik).
Dinkes Ciamis pun kini sosialisasi untuk jumantik cil yaitu juru pemantau jentik anak kecil seperti di sekolah dasar. Sehingga dari usia dini sudah diajarkan untuk berlaku hidup bersih dan sehat.
“Upaya PSN 3M harus kita tingkatakan bersama-sama dengan kesadaran yang tinggi. Demi mencegah kasus DBD di Ciamis,” katanya.
Terkait kasus kematian akibat DBD, menurut Edis kebanyakan penderita memiliki penyakit penyerta sebelum terkena DBD. (Es/R9/HR-Online/Editor-Dadang)