harapanrakyat.com,- Terdampak gempa Garut berkekuatan 6.5 magnitudo menyebabkan sejumlah bangunan rumah, perkantoran, hingga masjid di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dilaporkan rusak.
Baca Juga: Gempa Berkekuatan 6.5 Magnitudo di Garut Robohkan Atap Gedung Kwarcab Pramuka Tasikmalaya
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya menyebutkan, bangunan yang mengalami kerusakan akibat terdampak gempa bumi Garut itu meliputi Gedung Kwarcab Pramuka Kabupaten Tasikmalaya alami rusak sedang.
Kemudian, satu rumah permanen milik Wawan, warga Kampung Sodonghilir, Kecamatan Sodonghilir, mengalami rusak sedang pada bagian dapurnya.
“Selanjutnya, fasilitas umum Masjid Jami Al Mansuriah di wilayah Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, alami rusak sedang. Satu rumah permanen milik Bapak Jaja di Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, alami rusak sedang pada bagian lantai dua,” paparnya, Minggu (28/4/2024).
Lanjutnya mengatakan, kerusakan juga terjadi pada bagian plafon bangunan Rumah Sakit SMC. Kemudian, satu rumah permanen di Kampung Tataru, Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang alami rusak akibat terdampak guncangan gempa bumi Garut.
Selain itu, satu bangunan asrama Polsek Kecamatan Cigalontang dan satu bangunan rumah terancam karena terjadi pergerakan tanah di Kampung Cigalontang, Desa Jayapura.
“Gempa Garut juga merusak bagian plafon kamar santri di Pondok Pesantren Al-Furqon, Kecamatan Singaparna. Serta rumah warga di Kampung Lembur Gunung, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame yang kini masih dalam proses pendataan.
Dampak gempa bumi Garut juga merusak bangunan masjid Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung. Termasuk Kantor BRI di Desa Jayaputra, Kecamatan Cigalontang, bagian kaca jendelanya pecah.
Ada pula satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Rumah tersebut milik Nurgani, warga Kampung Cigordah, Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong.
Baca Juga: Longsor, Banjir dan Pohon Tumbang Nyaris Rata Melanda Semua Kecamatan di Tasikmalaya
“Sedangkan untuk korban luka yaitu petugas satpam BRI bernama Hendi. Korban tertimpa reruntuhan kaca yang pecah saat gempa bumi Garut terjadi,” pungkas Jembar Adisetya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)