harapanrakyat.com,- Sempat viral di media sosial sebuah video memperlihatkan Taman Wisata Ciwulan yang berada tepat di belakang komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tak terurus.
Baca Juga: Heboh Aksi Sejoli Mesum di Taman Dadaha Tasikmalaya
Taman wisata yang di bangun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya itu selain penuh dengan hamparan rumput liar, juga luput dari pemeliharaan dinas terkait.
Melihat kondisi taman yang sangat tidak enak dipandang, Pecinta Alam Climber Jungle Explorer Association (KAPPA CJEA) pun memangkas rumput-rumput liar menggunakan mesin pemangkas rumput.
Para pecinta alam dari kelompok tersebut bergerak bukan karena viral, melainkan sebuah kebetulan saat mereka sedang melakukan olahraga arung jeram di Sungai Ciwulan.
“Kami kesini membersihkan Taman Wisata Ciwulan bukan karena video viral. Bahkan kami tidak tahu ada tempat ini. Kesini pun karena kebetulan naik di tempat ini habis arung jeram dari Sungai Ciwulan,” kata Lepi, Pecinta Alam Climber Jungle Explorer Association, Selasa (23/4/2024).
Menurutnya, memang di taman tersebut banyak sekali rumput liar yang sangat tinggi. Ia menduga tidak ada yang mengurus dan merawatnya.
“Karena melihat tempat tersebut sudah ditata dan sayang kalau nggak digunakan. Maka kami mengajukan surat ke Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya untuk menjadikan Taman Wisata Ciwulan sebagai sentral Olahraga Arus Deras atau Orad. Alhamdulillah, Dinas Pariwisata mengizinkan untuk mengurus tempat tersebut,” tutur Lepi.
Ia bersama lima orang anggotanya langsung melakukan pembersihan, memangkas rumput liar.
Pihaknya berencana akan menjadikan tempat tersebut sebagai pusat edukasi olahraga air deras, baik untuk bidang arung jeram, river boat, dan sebagainya.
Baca Juga: DPRD Desak Pemkab Tasikmalaya Segera Perbaiki Jalan yang Rusak
“Jadi nanti kedepannya siapapun yang hobi Orad, Taman Wisata Ciwulan ini bisa kita gunakan bersama. Memang untuk komersilnya cukup panjang nanti perjalananya, karena terkait dengan SOP, safety-nya, dan guide juga,” pungkas Lepi. (Apip/R3/HR-Online: Editor: Eva)