harapanrakyat.com,- Banjir luapan Sungai Citanduy dan Cikidang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merendam ribuan rumah warga. Banjir tersebut terjadi sejak Kamis (25/4/2024) malam.
Baca Juga: TPT Longsor, Puluhan Rumah Terendam Banjir di Tasikmalaya
Selain rumah, fasilitas pendidikan, lahan pertanian hingga jalan raya terputus total terendam banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nur Aididin menyebut, banjir langganan ini disebabkan terjadi penyempitan Sungai Citanduy.
Nur mengatakan, banjir sampai merendam 1500 rumah warga dan hektar lahan pertanian. Selain itu juga, 900 orang mengungsi di aula desa dan masjid.
“Warga yang terendam ada yang mengungsi, tapi ada yang bertahan di rumahnya masing-masing,” katanya Jumat (26/4/2024).
Menurutnya, banjir tersebut merupakan langganan. Selain karena intensitas hujan tinggi, juga penyempitan sungai jadi penyebabnya. Dan juga, banyak bangunan yang berdiri di bantaran sungai.
“Membuat banjir kerap terjadi. Sehingga dibutuhkan normalisasi sungai agar banjir tidak terulang,” ujarnya.
Nur mengaku sudah melakukan upaya untuk mengatasi banjir dari luapan Sungai Citanduy dan Cikidang.
Seperti saat ia menjadi Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2021, sudah ada program untuk menangani banjir ini.
Baca Juga: Jalan di Tasikmalaya Ini Jadi Langganan Banjir, Warga Minta Pemerintah Ambil Langkah Konkret
Bahkan, pihaknya bersama dengan BBWS sudah mengusulkan dan siap untuk pelebaran Sungai Citanduy. Kemudian pesodetan dan pengerukan karena ada pertemuan dengan Sungai Cikidang.
“Tetapi mungkin karena ada sesuatu hal, sehingga hal itu tidak terlaksana,” katanya.
Saat ini, sambungnya, di bantaran Sungai Citanduy sudah dipenuhi dengan bangunan-bangunan. Sehingga lebar sungai lebih kecil dari tampungnya dan sudah tidak memadai.
“Akibatnya, jika intensitas hujan tinggi dan sungainya dangkal terus tidak dilakukan pengerukan dan pelebaran, maka pasti akan banjir seperti ini,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)