harapanrakyat.com,- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menilai pengelolaan parkir dan pedagang selama ini masih acak-acakan. Karena itu, ia meminta agar sistemnya kembali ke cara awal, yakni penarikan di pintu masuk.
Jeje menyebut, aturan parkir di kawasan wisata Pangandaran harus lebih mudah dan cepat, bukan malah menyulitkan.
“Penarikan parkir untuk pedagang maupun pengelola di dalam kawasan wisata kita ingin kembali lagi di tol gate dengan menggunakan barrier gate yang hanya 30 detik. Itu dikelola oleh pihak ketiga. Semua objek wisata itu kan masuk areal parkir,” katanya, Minggu (22/4/24).
Baca juga: Ratusan Ribu Wisatawan Kunjungi Pangandaran, Totalnya Capai 184.611 Orang
Karena itu, ia meminta Kadis terkait untuk lebih disiplin dan berani melakukan tindakan dalam penertiban parkir dan pedagang di kawasan pantai barat saat musim libur.
“Sistemnya harus dibuat dengan baik, siapa yang tanggung jawab. Disiplin itu timbul dengan kesadaran dan dipaksa. Sayang kan ini investasi,” ujar Jeje.
Selagi tidak merugikan negara, kata Jeje, maka dari itu harus berani menertibkan agar lebih baik lagi.
Jeje berharap jangan sampai urusan parkir semrawut dan membuat tidak nyaman dan mengganggu wisatawan.
Makanya, pedagang maupun pengelola yang ada di kawasan wisata harus patuh soal urusan parkir.
“Kalau semua pedagang bawa motor, bahkan jumlahnya lebih dari satu kan jadi penuh. Makanya di regulasi harus kita tegaskan misal parkir sebulan Rp 10 ribu atau berapa untuk satu motor. Jika bawa lebih dari satu motor kita kenakan parkir progresif, misal Rp 10 ribu per hari,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)