harapanrakyat.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan 7 dari 10 jasad korban yang tertimbun material longsor di Bandung Barat, Jawa Barat. Kondisi jasad korban dalam bencana itu masih sudah mulai membusuk dan terdapat kerusakan pada sidik jari korban. Akibatnya, hal itu cukup menyulitkan tim Disaster Victim Investigation (DVI) mengidentifikasi korban.
Baca Juga : Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Jasad Kelima Korban Banjir Bandang dan Longsor Cipongkor
Sebagai informasi, banjir bandang dan longsor menerjang kawasan Kampung Gintung RT 3 RW 7 Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat beberapa waktu lalu.
“Padahal sidik jari itu sangat penting untuk identifikasi korban. Kondisi korban dalam kondisi sudah kurang baik. Korban tertimbun material tanah dan air. Sehingga proses pembusukannya sangat tinggi,” tutur Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono, Sabtu (30/3/2024).
Supriono pun menegaskan, pihaknya akan terus melanjutkan pencarian terhadap sisa korban yang tertimbun. Lebih lanjut, jelas Supriono, jasad para korban tersebut juga memiliki potensi untuk menyebarkan virus dan bakteri. Sehingga untuk hal ini, pihaknya harus melakukan koordinasi dengan PMI.
“Kita sudah menempatkan tim PMI untuk menyediakan disinfektan di worksheet A. Yakni sebelum pintu masuk worksheet, dan terakhir di titik penjemputan korban saat akan masuk ambulans,” ujar Supriono.
Baca Juga : Banjir Bandang Terjang 3 RW di Desa Nyalindung Bandung Barat, 15 Rumah Rusak Berat
Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan, terkait jasad korban yang sulit teridentifikasi tim DVI, pihaknya saat ini sudah mengantongi sampel DNA. “Sampai hari ini kami sudah memiliki sampel DNA dari 10 keluarga korban yang hilang,” ujarnya.
“Petugas menurunkan anjing pelacak dan alat sederhana untuk mencari jasad korban tertimbun longsor. Mengingat akses alat berat tidak memungkinkan sampai ke lokasi,” tutur Aldi. (Juhaeri/R13/HR Online/Editor-Ecep)