harapanrakyat.com,- Terowongan Kereta Api (KA) Juliana di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang merupakan salah satu cagar budaya dari masa kolonial Belanda, kini menjadi pusat perhatian.
Terowongan ini tidak hanya menjadi saksi sejarah yang bersemayam di tengah masyarakat. Tetapi juga, telah menjadi lokasi syuting utama untuk film horor religi terbaru, “Siksa Kubur”, karya sutradara ternama Joko Anwar.
Jalur kereta api Banjar-Cijulang, yang melalui terowongan ini, menjadi salah satu latar penting dalam cerita film tersebut.
Pada masa kolonial Belanda, Terowongan KA Juliana memikat dengan menawarkan panorama sejarah, memiliki panjang 127 meter, dan membentuk tikungan di bagian tengah sehingga masyarakat sekitar sering kali menyebutnya sebagai “terowongan bengkok”.
Pemilihan Terowongan KA Juliana Pangandaran sebagai lokasi syuting film “Siksa Kubur” merupakan hasil dari upaya panjang sutradara Joko Anwar dan timnya untuk menemukan lokasi yang tepat. Setelah proses pencarian yang memakan waktu hingga setahun, akhirnya Terowongan KA Juliana menjadi pilihan yang ideal.
Keputusan ini tidak hanya berdasar pada keindahan visual terowongan itu sendiri, tetapi juga pada aura sejarah dan mistis yang melingkupinya.
Menurut Joko Anwar, sutradara “Siksa Kubur”, pemilihan lokasi syuting sangat penting dalam menciptakan atmosfer yang sesuai dengan tema dan nuansa film. Terowongan Juliana Pangandaran memberikan kesan yang kuat dan mendalam. Sehingga, memperkuat narasi film dan menciptakan pengalaman sinematik yang menggugah.
“Kami harus mencari lokasi yang pas hingga satu tahun, barulah kami menemukan lokasi yang cocok di daerah atas Pangandaran,” ujar Joko Anwar, Rabu (28/2/2024) di Jakarta.
Baca Juga: Terowongan Air Mak Rodiah di Ciamis Jadi Sarang Kelelawar
Terowongan Juliana Pangandaran Hadirkan Aura Mistis: Ada Ketegangan dan Ketakutan
Terowongan Juliana Pangandaran bukanlah sekadar latar belakang dalam film ini; ia menjadi bagian integral dari cerita yang menghadirkan ketegangan dan ketakutan.
Keputusan untuk mengambil lokasi syuting di tempat-tempat bersejarah seperti Terowongan KA Juliana tidak hanya memberikan dimensi baru bagi film tersebut. Tetapi juga, memberikan penghormatan kepada warisan budaya dan sejarah yang kaya di Indonesia.
Film “Siksa Kubur” yang merupakan hasil adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Imam Tantowi ini, tentu akan memberikan pengalaman yang mendalam bagi para penontonnya.
Dengan menggabungkan elemen-elemen horor dan religi, serta memanfaatkan lokasi-lokasi bersejarah seperti Terowongan Juliana Pangandaran.
Joko Anwar berharap film ini dapat menjadi karya yang menginspirasi dan menghibur pada saat yang bersamaan.
Sementara itu, proses syuting film “Siksa Kubur” terus berlangsung di berbagai lokasi, termasuk daerah Jakarta, Pangandaran, dan Banjar. Dengan kolaborasi antara sutradara, para pemain, dan tim produksi, film ini dapat menjadi salah satu film horor paling berkesan bagi penonton Indonesia.
Baca Juga: Kisah Terowongan Wilhelmina di Kalipucang Pangandaran
“Siksa Kubur” yang lokasi syuting utamanya di terowongan Juliana Pangandaran akan tayang pada momen Lebaran tahun ini. Sembari menanti rilisnya, publik dapat menyaksikan teaser dan informasi terbaru seputar film ini melalui media sosial dan platform digital resmi. (Feri Kartono/R7/HR-Online/Editor-Ndu)