harapanrakyat.com,- Perajin buah kolang-kaling musiman di Kota Banjar, Jawa Barat, mengalami peningkatan omzet saat memasuki bulan Ramadan 1445H. Bahkan peningkatan omzet tersebut mencapai 50 persen.
Baca Juga: Petani Kolang-kaling di Tasikmalaya Kebanjiran Pesanan dari Luar Daerah
Salah satunya yang dialami Mukhtar, perajin kolang-kaling asal Dusun Cigadung RT 1 RW 3 Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman.
Muhtar mengatakan, sejak memasuki bulan puasa permintaan buah kolang-kaling atau cangkaleng meningkat cukup signifikan hingga 50 persen lebih dibandingkan waktu sebelum Ramadan.
Sebelum bulan puasa, permintaan buah kolang-kaling tidak begitu banyak hanya sekitar 10 kilogram per hari. Namun memasuki bulan puasa ini bisa mencapai 50 kilogram bahkan pernah sampai 200 kilogram per hari.
Meningkatnya omzet penjualan tersebut menurutnya karena selama bulan puasa ini kebutuhan warga terhadap kolang-kaling cukup tinggi untuk bahan campuran es atau takjil.
“Alhamdulillah biasanya produksi cuma 10 kilogram. Sejak awal bulan puasa meningkat sampai 50 kilogram per hari,” kata Muhtar, Senin (18/3/2024).
Proses produksi pengolahan buah kolang-kaling tidak membutuhkan waktu yang lama hanya sekitar 2 jam dari proses memasak sampai pengupasan.
Setelah itu, kolang-kaling yang telah dikelupas bisa langsung dijual ke pengepul. Namun untuk hasil yang lebih maksimal buah aren tersebut direndam terlebih dahulu selama satu malam.
Buah aren tersebut ia dapat dari pohon kawung milik warga yang ada di lingkungan setempat. Kemudian ia olah menjadi kolang-kaling.
“Prosesnya dua jam sudah jadi bisa langsung dijual tapi lebih bagus direndam terlebih dahulu selama satu malam. Tujuannya biar cangkaleng lebih mekar,” kata perajin kolang-kaling di Banjar ini.
Kolang-kaling yang ia produksi kemudian dijual langsung ke konsumen atau warga dengan harga jual Rp 10 ribu per kilogram.
“Biasa ada yang ambil langsung ke sini sama warga. Nggak ke dijual ke pasar. Saya jual Rp 10 ribu per kilogram,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)