harapanrakyat.com – Dalam dua bulan terakhir, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Barat, terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jabar, tercatat sebanyak 5.552 kasus dengan angka kematian 41 orang.
Baca Juga : Lagi, Seorang Anak di Kota Banjar Terkena DBD
“Pada Januari hingga Maret 2024, kasus DBD di Jawa Barat terus meningkat. Kasus DBD yang terlaporkan sudah mencapai 5.552 kasus hingga Februari. Sedangkan pada tahun kemarin di bulan yang sama, hanya ada 3.615 kasus,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, Senin (4/3/2024).
Kendati sebelumnya pemerintah sudah melakukan penyebaran nyamuk Wolbachia, namun jumlah kasus DBD terus mengalami peningkatan.
Ia mengatakan, upaya penurunan kasus DBD melalui penyebaran nyamuk Wolbachia, ini harus melewati berbagai proses. Mengingat berkembangbiaknya nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia tersebut, juga melalui sejumlah tahapan.
Ia mengakui, meski dengan berbagai proses tersebut penekanan kasus DBD di Jawa Barat masih belum efektif. Sebab, hingga saat ini hanya ada dua lokasi tempat pengembangan nyamuk Wolbachia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.
“Untuk mengolah nyamuk yang berisi bakteri Wolbachia masih ada keterbatasan. Sehingga pemberantasan DBD dengan nyamuk Wolbachia baru di Kecamatan Ujungberung Kota Bandung (untuk Jawa Barat),” ujarnya.
Baca Juga : Tren Kasus DBD di Kota Banjar Naik, Belum Genap Dua Bulan 31 Terjangkit 2 Meninggal Dunia
Vini menerangkan, butuh waktu satu tahun untuk penelitian terkait manfaat dan dampak nyamuk Wolbachia. Karena perlu ada proses perkawinan antara nyamuk di daerah setempat dengan nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia.
“Tidak serta merta manfaat Wolbachia langsung terasa, tapi harus ada proses dulu,” katanya.
Kendati demikian, ia menerangkan upaya dengan nyamuk Wolbachia bukan yang utama dalam menekan kasus DBD, termasuk di Jawa Barat. Namun dengan metode 3 M, yakni menguras, menutup penampungan air dan mendaur ulang. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)