harapanrakyat.com,- Dinas Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, mengungkapkan hasil uji lab (laboratorium) jajanan camilan yang diduga menyebabkan keracunan puluhan siswa sekolah dasar (SD).
Baca Juga: Dinkes Banjar Tunggu Hasil Uji Laboratorium Jajanan Camilan Penyebab Siswa SD Keracunan
Seperti diketahui, puluhan siswa dari 6 SD yang ada di Kota Banjar, mengalami gejala yang sama setelah mengkonsumsi jajanan tersebut.
Gejalanya mules, panas, dan mual. Jajanan camilan itu dibeli oleh siswa dari pedagang keliling yang biasa datang ke sekolah dengan harga Rp 1.000.
Kabid Kesmas Dinkes Banjar Endang Hamdan mengatakan, berdasarkan hasil uji lab camilan jajanan itu negatif dari zat kimia berbahaya.
“Hasilnya kita dapatkan hari Senin, dan alhamdulilah negatif dari zat kimia berbahaya,” kata Endang Hamdan, Jumat (22/3/2024).
Sedangkan, dalam pemeriksaan mikrobiologi terdapat kandungan candida yang diduga menyebabkan puluhan siswa mengalami gejala yang sama.
“Kalau secara mikronya memang ada kandungan candida seperti jamur, sepertinya memang diduga dari jamur tersebut yang bisa menyebabkan diare dan panas,” terangnya.
Ia menjelaskan, langkah selanjutnya yang dilakukan Dinas Kesehatan adalah berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Tindakan kita selanjutnya melakukan koordinasi dengan BPOM bahwa itu sudah kewenangannya. Nanti insyaallah akan turun ke Kota Banjar, untuk melakukan pengecekan,” jelasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)