harapanrakyat.com,- Daya beli masyarakat Pangandaran dinilai mengalami penurunan. Hal itu dirasakan oleh pedagang di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Baca Juga: Pedagang Keluhkan Kondisi Jalan Pasar Parigi Pangandaran yang Rusak Parah
Salah seorang pedagang di pasar tradisional Parigi, Suherin (45) mengatakan, selama bulan Ramadhan ini sangat sedikit warga yang berbelanja ke pasar tradisional. Baik hari biasa maupun saat hari pasar.
“Hari pasar di sini antara hari Rabu dan Sabtu, tapi tidak terlalu banyak yang berbelanja,” ungkapnya, Selasa (19/3/2024).
Biasanya, kata Suherin, masyarakat Parigi sangat rajin berbelanja, terutama saat bulan puasa Ramadhan seperti sekarang ini.
Ia pun membandingkan dengan bulan Ramadhan tahun sebelumnya, yang mana Pasar Parigi selalu ramai. Sedangkan tahun ini pasar sangat sepi pembeli.
Suherin menyebutkan, separuh pelanggan yang biasa berbelanja di lapaknya juga sudah jarang berbelanja. Padahal biasanya sangat rajin, apalagi saat hari pasar.
“Ya, setidaknya berpengaruh juga ke omset kita, karena pembelinya juga berkurang,” kata Suherin.
Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Supendi mengatakan, pihaknya kerap mendapat keluhan dari pedagang tradisional karena dagangannya yang sepi.
“Setiap mengontrol ke lapangan, pedagang selalu mengeluh karena dagangannya tidak laku, alias sepi pembeli,” katanya.
Supendi pun tidak menampik jika fenomena penurunan daya beli di kalangan masyarakat sedang terjadi saat ini.
Baca: Tera Ulang di Pasar Parigi Pangandaran Demi Tertib Niaga
Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat berpengaruh pula terhadap omset para pedagang. Termasuk pedagang di pasar tradisional. (Jujang/R3/HR-Online/Editor: Eva)