harapanrakyat.com,- Dampak gempa 6,5 magnitudo di Tuban, Jawa Timur, yang terjadi pada Jumat (22/3/2024), menyebabkan sedikitnya 12 bangunan alami kerusakan.
Baca Juga: Gempa Bumi 6,2 Magnitudo Guncang Sulut Dini Hari Tadi, Begini Penjelasan BMKG
Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tuban Sudarmaji mengatakan, getaran gempa bumi terasa di 20 wilayah kecamatan. Pihaknya pun masih terus memantau jumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
BPBD Tuban mencatat ada 12 bangunan alami kerusakan. Jumlah sebanyak itu meliputi bangunan rumah sakit, balai desa, dan rumah warga.
“Terkait monitoring adanya gempa susulan dan juga dampaknya, kami masih terus melakukan koordinasi dengan pihak BMKG Tuban maupun BMKG Pasuruan,” ujar Sudarmaji, Jumat (22/3/2024), dikutip dari Suara.com.
Rumah Sakit Terdampak Gempa 6,5 Magnitudo di Tuban
Ia juga menyebutkan, gempa 6,5 magnitudo berdampak terhadap pasien di Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban. Pasien di rumah sakit tersebut terpaksa dievakuasi darurat. Rencananya tenda darurat akan didirikan di halaman rumah sakit.
Evakuasi terhadap pasien juga terjadi di RSNU (Rumah Sakit Nahdlatul Ulama), baik pasien yang rawat inap maupun pasien rawat jalan.
Baca Juga: Dampak Gempa Bumi Sumedang, 1136 Rumah Warga Rusak
Pihak rumah sakit melakukan evakuasi darurat terhadap pasiennya sebagai upaya untuk mencegah terjadinya dampak yang signifikan.
Dampak dari gempa di Tuban juga terasa di Rumah Sakit Medika Mulia. RS tersebut memang belum melakukan evakuasi darurat pada pasiennya.
Hal itu karena tidak ada gedung bertingkat, dan dampaknya tidak begitu signifikan. Tetapi semua tim ERT K3RS tetap standby untuk selalu waspada dan siaga.
Begitu pula dengan RSUD dr R Koesma yang belum memberlakukan protokol evakuasi darurat terhadap para pasien. Namun, seluruh tim ERT K3RS di RSUD telah melakukan penyiagaan serta langkah kewaspadaan para personilnya. Hal ini untuk meminimalisir dampak yang signifikan,
Dampak Gempa Tuban 12 Bangunan Rusak
Adapun bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa 6,5 berdasarkan data yang tercatat di BPBD Tuban meliputi, rumah warga di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko. Rumah milik warga bernama Sulaimi itu roboh dengan kerugian mencapai sekitar Rp 10 jutaan.
Baca Juga: Misteri Gunung Raung Jawa Timur, Dari Pondok Mayit Hingga Pasar Gaib
Kemudian, bangunan Klenteng Kwan Sing Bio juga mengalami kerusakan. Sejumlah genteng dan bagian atap klenteng rusak.
Gempa 6,5 magnitudo di Tuban juga berdampak terhadap rusaknya bangunan lama Balai Desa Dagangan wilayah Kecamatan Parengan.
Gempa yang terjadi juga menyebabkan robohnya bangunan tembok rumah milik Ratmin di Kecamatan Singgahan, Desa Lajolor, Tuban, Jawa Timur. Kerugiannya mencapai sekitar Rp 5 jutaan.
Di Kecamatan Rengel juga terdapat rumah warga yang roboh, tepat di Desa Ngadirejo. Rumah milik Hj Dartuk ambrol pada bagian dindingnya. Akibatnya pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 1 jutaan.
Dampak gempa 6,5 magnitudo di Tuban juga terasa di Kecamatan Bancar, yang mana satu rumah milik warga Desa Boncong bernama Darmuji miring dan nyaris ambruk.
Baca Juga: Jenis Gempa Bumi, Dampak, Tindakan Pencegahan dan Mitigasi Bencana
Gempa juga merobohkan sebuah kandang ayam di Kecamatan Semanding, tepatnya di Desa Bejagung. Wiralin, pemilik kandang ayam tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 3 jutaan. (Eva/R3/HR-Online)