harapanrakyat.com,- Pemilik bengkel di Batu Gajah, Kota Banjar, Jawa Barat menceritakan kejadian saat kedatangan para terduga pembunuh Indriana Dewi Eka Saputri.
Rupanya kendaraan yang membawa mayat Indriana Dewi Eka Saputri, sempat mogok dan ditowing menggunakan mobil derek di wilayah Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Diketahui sebelumnya, tiga orang pelaku menghabisi nyawa korban di wilayah Sentul, Bogor, pada Selasa (20/2/2024).
Setelah menghabisi nyawa korban, mayat perempuan itu sempat dibawa berkeliling ke wilayah Cirebon, Kuningan, dan Kota Banjar.
Namun, saat di Kuningan kendaraan yang mereka tumpangi mogok dan harus ditowing menggunakan mobil derek. Hingga akhirnya mobil tersebut ditowing dan diturunkan di Cisaga.
Baca Juga: Otak Pelaku Pembunuhan Perempuan Terbungkus Selimut di Banjar Ternyata Caleg DPR RI
Kemudian, mereka mengganti mobil derek yang ada di wilayah Kota Banjar untuk membawa mobil tersebut ke bengkel.
“Saya dapat berita dari kantor untuk membawa mobil di daerah Cisaga,” kata Dayus, kernet mobil derek, Sabtu (2/3/2024).
Menurutnya, saat membawa mobil itu ke bengkel di wilayah Batu Gajah, Desa Neglasari, tidak merasa ada yang aneh.
“Nggak ada, bau juga nggak tercium karena pintu mobilnya juga tertutup,” terangnya.
Ia menjelaskan, setelah kendaraan pelaku dinaikkan ke mobil derek, kemudian dibawa ke bengkel di wilayah Batu Gajah.
“Langsung dibawa ke bengkel yang ada di Batu Gajah,” jelasnya.
Pengakuan Pemilik Bengkel di Batu Gajah Kota Banjar
Sementara itu, pemilik bengkel di Batu Gajah, Risman mengatakan, saat datang diantar oleh mobil derek, dirinya langsung memeriksa kendaraan tersebut.
“Ke sininya ditowing, penyebab mogoknya itu carter oli jebol setelah saya periksa,” katanya.
Karena membutuhkan waktu untuk memperbaiki mobil tersebut, para pelaku juga sempat menginap di kontrakan bengkel tersebut.
“Hari Kamis dibongkar, karena barangnya Jumat pagi baru datang, jadi sempat menginap di sini di bengkel,” paparnya.
Baca Juga: Penasaran, Warga Kota Banjar Ramai-Ramai Datangi Lokasi Penemuan Mayat Indriana Dewi Eka Saputri
Saat memperbaiki mobil, ia sama sekali tidak menaruh curiga ataupun hal aneh di dalam mobil itu.
“Nggak ada, karena Jumat siang sekitar jam 2 udah beres. Perginya itu ke arah Barat,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)