harapanrakyat.com,- Banjir di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terus memburuk, mengakibatkan dampak serius bagi ribuan warga. Sejak tiga hari lalu, banjir telah merendam rumah-rumah mereka, memaksa ratusan orang untuk mengungsi.
Dengan demikian, sebagai tanggapan terhadap peningkatan jumlah pengungsi, Pemerintah Kota Palangkaraya telah membuka Posko terpadu di SD Negeri 1 Langkai untuk para korban banjir.
Selain itu, pemerintah setempat juga telah mendirikan tenda untuk dapur umum dan pusat data banjir.
Di sisi lain, layanan kesehatan juga telah tersedia di posko tersebut. Tambahan pula, petugas kesehatan siap memberikan bantuan kepada pengungsi yang membutuhkan.
Hero (64), salah seorang pengungsi, menyatakan banjir kali ini terasa lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya. “Banjir makin tinggi,” ujarnya, Selasa (12/3/2024).
Berikutnya, Maria (55), yang juga merupakan pengungsi banjir, mengungkapkan situasi banjir semakin memburuk dalam tiga tahun terakhir. “Kalau dulu, banjir juga sering, tapi cepat surutnya. Kalau sekarang ini, sejak 2021, banjir makin buruk,” katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, empat kecamatan di ibu kota Provinsi Kalteng terendam banjir. Lalu, lebih dari 5.700 orang terdampak banjir, dengan lebih dari 500 keluarga yang terpaksa mengungsi.
Bahkan, di SD Negeri 1 Langkai, jumlah pengungsi telah mencapai 109 orang, meningkat dari hari sebelumnya.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumbar, Kepala BNPB Minta Percepat Penanganan Darurat
Tanggap Darurat Banjir di Palangkaraya
Sahdin Hasan, Asisten Daerah I Kota Palangkaraya, mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengumumkan status tanggap darurat banjir di Palangkaraya. Status tersebut akan berlaku selama 10 hari mendatang, sejalan dengan prediksi BMKG.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Palangkaraya telah mengambil langkah-langkah tanggap untuk menangani situasi ini. Posko pengungsian telah disiapkan, serta kebutuhan dasar pengungsi, termasuk makanan dan obat-obatan juga diprioritaskan.
Di samping itu, Hera Nugrahayu, Pj Wali Kota Palangkaraya, telah memimpin rapat koordinasi guna memastikan penanganan dampak banjir di Kota Palangkaraya berjalan efisien.
Dalam rakor tersebut hadir berbagai pihak, termasuk Kepala BPBD Kota Palangkaraya, unsur Forkopimda, dan sejumlah kepala Perangkat Daerah, serta relawan penanganan banjir.
Selain di Kota Palangkaraya, banjir juga melanda beberapa kabupaten di Provinsi Kalteng. Mencakup Kabupaten Barito Selatan, Pulang Pisau, Murung Raya, dan Gunung Mas.
Akibatnya, sebanyak 8 kecamatan dan lebih dari 30 desa dan kelurahan terendam banjir, sehingga hampir 19 ribu orang terdampak banjir.
Ahmad Toyib, Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, menjelaskan faktor-faktor seperti intensitas hujan tinggi dan deforestasi berkontribusi pada banjir di Kalimantan Tengah. Menurutnya, penting untuk memulihkan lingkungan yang rusak dan menjaga hutan yang tersisa sebagai langkah preventif.
Baca Juga: Tradisi Keramas Massal di Cisadane Tangerang Jelang Ramadhan
Banjir di Kota Palangkaraya dan sekitarnya menunjukkan perlunya tindakan preventif yang lebih serius untuk mengurangi dampak banjir di masa mendatang. (Feri Kartono/R7/HR-Online/Editor-Ndu)