Sistem regulasi manusia merupakan sistem pengatur. Dalam sistem regulasi tersebut terdiri dari 3 pengelompokan yaitu hormon, Indra dan saraf. Tubuh manusia sendiri terdiri dari berbagai macam organ yang masing-masingnya mempunyai fungsi untuk menunjang aktivitas tubuh.
Baca Juga: Jenis Tulang Panjang pada Anatomi Tubuh Manusia
Semua aktivitas dalam tubuh kita dikendalikan oleh satu sistem yang disebut dengan sistem regulasi atau pengatur. Dalam pembahasan sistem pengatur dalam tubuh manusia ini akan kita temukan dalam pembelajaran biologi. Adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam membahas kehidupan dengan organisme hidup lebih dalam.
Dengan demikian itu, berarti sistem pengatur dalam tubuh manusia mempunyai kaitan erat dengan kegiatan sehari-hari. Kendati demikian, ternyata masih banyak orang yang belum menyadari dan menjaga sistem pengaturan tubuh tersebut.
Sistem Regulasi Manusia, Pengertian dan Pembagiannya
Perlu untuk kita ketahui bahwa sistem regulasi merupakan sistem yang mengatur sebuah kegiatan dalam tubuh manusia. Selain disebut sebagai sistem regulasi juga sering disebut dengan sistem koordinasi. Terbagi menjadi 3, ada sistem saraf kemudian sistem hormon dan sistem indra.
Sistem Saraf
Pembagian pertama sistem regulasi manusia adalah sistem saraf. Memiliki fungsi yang sangat penting untuk mengatur kerja semua organ serta alat dalam tubuh agar bisa beraktivitas dengan maksimal dan baik.
Apabila dalam sistem ini terjadi suatu masalah sudah pasti akan berbahaya karena semua rangsangan dari gerak tubuh berasal dari saraf.
Misalnya saja ketika terdapat sebuah kejadian yang menyebabkan tubuh akan mendeteksi alur terjadinya sebuah respon. Setiap kendali dalam tubuh itu mempunyai reaksi tertentu. Apabila selama ini kita mencoba memperhatikan dengan baik reaksi dalam tubuh manusia terjadi karena adanya sistem yang tidak terlihat oleh saraf di sekitar otot.
Dalam sistem saraf terbagi menjadi 3, ada saraf sensorik, saraf penghubung, dan saraf motorik. Saraf sensorik merupakan sel saraf yang bertanggung jawab menyampaikan impuls atau rangsangan dari reseptor ke sel saraf penghubung.
Biasanya terdapat pada otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian untuk saraf motorik sendiri adalah saraf yang berfungsi membawa sinyal ke otot guna membantu manusia supaya bisa bergerak sebagaimana mestinya.
Melalui sistem regulasi manusia ini juga mempunyai kaitan untuk menghantarkan rangsangan dan reaksi terhadap lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, tidak heran apabila reaksi yang timbul satu orang dengan orang lainnya berbeda-beda karena hal tersebut tergantung dari sel saraf itu sendiri.
Rangsangan mekanis menghasilkan tekanan dan sentuhan, sedangkan rangsangan kimia menghasilkan pengecap dari rasa tertentu kemudian rangsangan fisik.
Indera
Berikutnya dalam sistem regulasi manusia terdapat sistem indra. Ketika kita menjalankan aktivitas sehari-hari mungkin mengenai penggunaan indera sering terlewatkan. Karena memang mempunyai fungsi untuk menerima respon tertentu.
Baca Juga: Fungsi Otak Kecil yang Berperan Penting pada Tubuh
Dalam tubuh manusia alat indra itu terbagi menjadi 5. Ada pendengaran yaitu telinga, penglihatan organ mata, dan indra perasa lidah. Kemudian untuk merasakan dan meraba menggunakan kulit. Terakhir ada indera pembau yaitu hidung.
Kelima indra yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut membantu memahami keadaan lingkungan sekitar. Satu dengan lainnya saling terkait. Kita tidak akan merasakan kenyamanan apabila terjadi masalah pada salah satu indera tersebut.
Hormon
Selanjutnya masih ada sistem regulasi manusia, hormon. Dalam tubuh kita terdapat sebuah hormon yang diproduksi oleh tubuh dari senyawa organik menjadi zat kimia.
Berasal dari kelenjar endokrin kemudian mengalir ke aliran darah. Dalam konsentrasi kecil efeknya fisiologis organ.
Peranan dari sistem hormon ini sangat penting untuk tubuh. Pertama mempengaruhi tubuh dan perkembangan organ manusia. Kemudian membantu menyeimbangkan pengaturan dan penyimpanan energi serta memberikan reaksi rangsangan terhadap lingkungan atau orang lain.
Ketahuilah bahwa keseimbangan dalam tubuh akan terpengaruh dengan sistem hormon. Mulai dari metabolisme, gula untuk ekskresi kemudian garam dan air. Namun produksi hormon yang berlebihan terkadang menimbulkan masalah baru bagi tubuh manusia.
Jenisnya
Tanpa kita sadari ternyata hormon itu terbagi menjadi beberapa. Pertama adalah hipofisis atau pituitari yang letaknya berada pada bagian tengah tulang baji. Jenis yang satu ini mempunyai manfaat yang sangat banyak, bahkan berpengaruh terhadap rangsangan dan tumbuh kembang.
Kedua ada kelenjar tiroid yang biasa kita sebut dengan kelenjar gondok. Letaknya pada bagian leher depan sebelah jakun dan akan terlihat ketika kita beranjak dewasa. Produksi kelenjar tiroid yang berlebihan akan membahayakan, baik itu fisik maupun mental.
Berikutnya hormon dalam sistem regulasi manusia ada kelenjar timus. Fungsinya sebagai penimbun hormon. Namun untuk jenis yang satu ini mempunyai keunikan tersendiri, dimana sistem regulasi manusia tidak berfungsi ketika sudah dewasa.
Sebenarnya apapun aktivitas yang kita lakukan setiap hari tidak akan lepas dari sistem regulasi manusia. Jadi penting sekali kita untuk bersyukur karena keadaan fisik kita sehat dan lengkap.
Baca Juga: Contoh Tulang Pipih, Struktur dan Fungsinya
Hal-hal yang sudah Tuhan ciptakan itu mempunyai manfaat dan fungsi tersendiri. Jadi kita tidak boleh mencela ataupun merendahkan orang lain karena semua merupakan ciptaan Tuhan yang maha kuasa. Tanpa adanya sistem regulasi yang lengkap pada manusia, maka tidak akan bisa melakukan aktivitas sebagaimana seharusnya. (R10/HR-Online)