harapanrakyat.com,- Sejarah Bandoengsche Melk Centrale (BMC) yang merupakan perusahaan susu terbesar zaman Hindia Belanda. Pada masa itu BMC yang terletak di Bandung diklaim sebagai pusat peredaran susu di Belanda.
Baca Juga: Sejarah Gagal Pindahnya Ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung
Memang sejak lama usaha pengolahan susu tumbuh subur di era Belanda. Hal ini beriringan dengan perkembangan sektor-sektor industri lain di Hindia Belanda.
Bahkan dalam proses pemerahan susu, kala itu BMC juga sudah menggunakan teknologi modern seperti yang ada di Belanda.
Namun, perkembangan industri di Hindia Belanda juga mengalami dinamika seiring dengan perkembangan politik.
Merangkum dari berbagai sumber, tulisan ini akan mengulas tentang sejarah Bandoengsche Melk Centrale (BMC), perusahaan susu paling modern di Hindia Belanda.
Sejarah Awal Bandoengsche Melk Centrale
Sejarah pengelolaan susu sapi di Indonesia sudah dapat dilacak sejak tahun 1906. Ketika itu Pemerintah Hindia Belanda melakukan impor beberapa jenis sapi. Salah satu daerah tempat perkembangbiakannya kala itu adalah daerah Sumba.
Selain melakukan praktek impor terhadap sapi pedaging, Pemerintah Hindia Belanda juga melakukan kebijakan yang sama terhadap sapi perah. Walaupun menurut beberapa pihak, sapi perah di Bandung sudah masuk sebelum tahun 1906.
Salah satu buktinya adalah sejak akhir abad ke-19 wilayah Bandung sudah terkenal sebagai kawasan penghasil susu sapi dengan kualitas tinggi. Sehingga menurut beberapa pihak, akan mustahil apabila tolak ukurnya pada tahun 1906.
Baca Juga: Sejarah Masjid Tertua di Bandung Utara Karya Arsitek Belanda
Mengutip dari tulisan berjudul “Manfaat Susu bagi Kehidupan” (2022). Bukti otentik mengenai hal ini dapat dilihat pada catatan Heer Medici yang ditulis tahun 1786.
Pada catatan tersebut menjelaskan bahwa ketika ia pergi ke Bandung pada tahun 1786, ia bersama dengan rombongannya dari Batavia sudah mencicipi susu sapi segar dari Bandung ketika mereka sedang di Cianjur.
Usaha Pemerahan Susu Sapi di Bandung Tahun 1938
Pada masa pendudukan Belanda tepatnya tahun 1938, di Bandung saja sudah terdapat 22 usaha pemerahan susu sapi. Dari 22 usaha tersebut bisa menghasilkan sekitar 13.000 liter susu sapi setiap harinya.
Hasil susu sapi tersebut kemudian ditampung oleh Bandoengsche Melk Centrale (BMC) untuk diolah sebelum disalurkan kepada para pelanggan. Baik di Bandung maupun luar Bandung.
BMC sendiri kemungkinan sudah ada sejak tahun 1935. Menurut kisah yang beredar, awal mula pembangunan ini berawal tahun 1903-an. Waktu itu sebuah kapal Prancis yang bernama “La Seyne” berlabuh di Tanjung Priok.
Mereka kemudian menurunkan 20 orang Broer yang berasal dari Afrika. Orang-orang Broer inilah yang dianggap sebagai pendiri dari Bandoengsche Melk Centrale.
Perusahaan Susu Sapi Terbesar Zaman Belanda
Jika melihat dari sejarah kepemilikannya itu, pemilik pertama bangunan BMC adalah Louis Hirschland dan Van Zijl yang merupakan pemilik peternakan sapi.
BMC Ini merupakan satu-satunya pusat pengolahan susu sapi pertama di Bandung, dan menampung produksi yang cukup besar kala itu.
Tujuan dari pembangunan BMC ini salah satunya sebagai penyedia kebutuhan susu konsumsi orang-orang Belanda.
Tak hanya itu, orang-orang Belanda juga terkenal suka mengonsumsi berbagai olahan susu lainnya, seperti keju hingga mentega.
Apalagi jika melihat kawasan Bandung dan daerah Priangan lainnya yang merupakan tempat orang-orang Belanda melakukan rekreasi dari kesibukannya di Batavia.
Seiring dengan meningkatkan jumlah orang-orang Belanda yang tinggal di Bandung membuat jumlah konsumsi susu juga semakin meningkat.
Baca Juga: Sejarah Penjara Banceuy yang Berdiri Tahun 1877, Kini Jadi Wisata Paris Van Java
Perusahaan pengolahan susu dari BMC ini juga merupakan perusahaan yang terbilang cukup modern pada zamannya. Hal ini karena mereka sudah menggunakan teknik pasteurisasi.
Mengutip dari “Ensiklopedia Cagar Budaya Indonesia (Wonderland Family)” (2019), bahwa Teknik Pasteurisasi pada perusahaan BMC ini merupakan proses pemesanan dengan suhu tinggi.
Tujuannya untuk membunuh pertumbuhan mikroba. Penemu proses Pasteurisasi sendiri merupakan seorang ilmuwan asal Prancis bernama Louis Pasteur.
Teknologi yang bertujuan untuk menghilangkan mikroba ini merupakan salah satu penemuan cukup penting. Terutama untuk produksi susu yang hasilnya memiliki kualitas tinggi dan tidak berbahaya jika dikonsumsi.
BMC Saat Ini
Mengutip dari “Guidebook Wisata Kuliner Jadul Kota Bandung” (2021), sekarang BMC menjadi pusat kuliner olahan susu sapi di Bandung.
Beberapa menu olahan susu yang tersedia di sini seperti susu murni, yoghurt shake, yoghurt cocktail, dan juga milkshake. Selain itu, menu yang mengandung susu lainnya adalah Ice cream dan kefir.
Tak hanya itu, di BMC sendiri kini juga menyediakan berbagai snack dan jajan seperti, nasi bakar, pepes, risol, dan makanan-makanan lainnya.
Memang dalam perjalannya perusahaan ini sempat mengalami dinamika. Apalagi ketika wilayah Hindia Belanda mengalami pergantian kekuasaan.
Ketika Jepang menguasai wilayah Bandung, nama BMC berganti menjad Koperasi Soesoe. Meskipun, secara pengelolaan jauh lebih baik pada masa pendudukan Belanda.
Pada saat Indonesia merdeka, Pemerintah Indonesia mengambil alih perusahaan ini, dan pada tahun 1961 namanya menjadi Pusat Susu Bandung (PSB).
Baca Juga: Profil Maskoen Soemadiredja, Tokoh PNI asal Bandung yang Diasingkan ke Australia
Kemudian pada tahun 2002, PSB dikelolah oleh PT Agronesia, dan kembali mengganti namanya menjadi Bandoengsche Melk Centrale. (Azi/R3/HR-Online/Editor: Eva)