harapanrakyat.com,- Replika burung gagak atau ranca gaok ikut memeriahkan Festival Kirab Budaya Janur, perayaan Hari Jadi Kota Banjar, Jawa Barat ke-21. Acara kirab budaya tersebut berlangsung di Jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar, Sabtu (24/2/2024).
Tak disangka, replika burung gagak yang terbuat dari kertas dan hiasan janur, ternyata merupakan legenda rakyat. Burung gaok tersebut sebagai simbol pertarungan para jawara di wilayah Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman.
Lurah Hegarsari Sukamana menceritakan, menurut informasi dari orang tua terdahulu, bahwa wilayah Hegarsari dulu sebutannya adalah ranca gaok. Wilayah tersebut meliputi sekitar Cikabuyutan Barat, RCA dan juga GBI dan sebagian wilayah Mekarsari.
Baca Juga: Sejarah Peh Cun, Budaya Tionghoa dengan Makna Mendalam
Adapun sejarahnya, bahwa tempat tersebut dulunya dijadikan ajang pertarungan oleh para jawara untuk menampilkan keahliannya.
“Konon, pada waktu itu di sana banyak para jawara yang bertumbangan. Sehingga mengundang burung gagak atau istilahnya sunda itu burung gaok,” tuturnya kepada harapanrakyat.com usai acara, Sabtu (24/2/2024).
Dari kisah itulah, wilayah tersebut kemudian dikenal dengan sebutan ranca gaok yang sekarang masuk wilayah Hegarsari.
Oleh sebab itu, pada Festival Kirab Budaya Janur ini, Kelurahan Hegarsari mengambil tema ranca gaok.
“Jadi setelah adanya pertarungan para jawara banyak banyak yang bertumbangan. Banyak burung gagak yang datang ke wilayah tersebut, dari situlah masyarakat menyebut wilayah tersebut dengan Ranca Gaok,” katanya.
“Wilayah tersebut yang sekarang menjadi wilayah bagian Kelurahan Hegarsari dan Mekarsari,” kata Sukmana menambahkan.
Lebih lanjut ia menuturkan, wilayah Kelurahan Hegarsari dan Mekarsari awalnya merupakan satu wilayah dengan Desa Banjar.
Kemudian Desa Banjar mengalami pemekaran pada tahun 1979 menjadi tiga wilayah termasuk Kelurahan Hegarsari.
“Atas dasar sejarah tersebut, kemudian pada gelaran Festival Kirab Budaya Janur ini, kita mengangkat tema ranca gaok sebagai kearifan lokal daerah,” tuturnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)