harapanrakyat.com,- Polisi mengungkap motif anak remaja di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang nekat membacok ayah tiri hingga terkapar. Korban bernama Asep Dadang Irawan (43) kini kritis akibat sabetan golok.
Baca Juga: Seorang Remaja Bacok Bapak Tiri di Garut, Korban Terkapar dan Kritis
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo mengatakan, hasil pemeriksaan sementara motif anak melakukan pembacokan kepada ayah tiri karena sakit hati.
“Ya motifnya sakit hati karena pernah dimarahi. Kemudian ibunya juga sering dilihat dimarahi, tapi tetap itu tidak untuk dicontoh,” kata AKP Ari Rinaldo, Kasat Reskrim Polres Garut, Kamis (1/2/2024).
Ari menyebut kasus anak bacok ayah tiri di Garut ini merupakan perkara yang tak patut dicontoh oleh remaja seumuran anak berhadapan hukum (ABH).
Asep Dadang Irawan (43) pria setengah tua asal Kampung Gombong, Desa Surabaya, Kecamatan Limbangan, Garut, kritis usai dihujani sabetan golok oleh anak tirinya berinisial R (15). Perilaku R tersebut bahkan disaksikan oleh banyak tetangganya pada Senin (29/1/2024) kemarin.
Warga sekitar beberapa kali melerai amukan R. Meski sang ayah tiri sudah terkapar di semak dengan luka benda tajam di wajah, leher dan kaki.
“Karena pelaku anak, sehingga proses pemeriksaannya pun harus sesuai undang-undang perlindungan anak. Sementara untuk motif sang anak bisa senekat itu karena merasa sakit hati. Akan tetapi hal itu tentu tak patut dicontoh oleh anak lain,” jelasnya.
Kasus tersebut tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut. Sementara korban masih terbaring di rumah sakit.
“Ditangani oleh unit PPA, untuk korban masih di rumah sakit,” katanya.
Menurut Kasat, R masih merupakan pelajar kelas 1 SMA, sehingga penanganannya perlu didampingi Bapas dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (Pikpik/R9/HR-Online/Editor-Dadang)