harapanrakyat.com,- Polisi akan gunakan detektor alkohol untuk mendeteksi penonton yang akan masuk ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH). Pasalnya, kepolisian melarang penonton dalam pengaruh minuman keras (miras) nonton langsung ke SJH, di laga Persib Bandung vs PSIS Semarang, Selasa (27/2/2024).
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo menegaskan, jika ada penonton yang terpengaruh miras, maka akan memulangkannya.
“Kami juga akan kawal penonton dalam pengaruh miras sampai keluar (Area Sor Si Jalak Harupat),” tegasnya kepada awak media, Senin (26/2/2024).
Baca Juga: Persib Menjamu PSIS Semarang Liga 1, Ini Prediksi Susunan Pemain Kedua Tim
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi ada penonton yang terpengaruh miras, polisi sudah mempersiapkan dan gunakan detektor alkohol.
“Sudah kita siapkan alat untuk mendeteksi minuman keras,” ujarnya.
Lanjutnya menambahkan, bahwa penonton yang benar-benar memiliki tiket lah yang boleh masuk ke Stadion SJH untuk melihat pertandingan Persib melawan PSIS.
“Selain itu, tak membawa barang terlarang. Dan juga tidak dalam pengaruh minuman keras,” terangnya.
Menurutnya, dengan menggunakan detektor alkohol, maka polisi dari Polresta Bandung akan mendeteksi orang yang terpengaruh miras atau narkoba.
“Untuk itu kita imbau kepada para penonton yang akan menonton langsung Persib, tidak ada mengonsumsi miras sebelum masuk ke Stadion SJH,” tegasnya.
Lebih lanjut Kapolresta Bandung menjelaskan, bahwa ada barang-barang yang tidak diperbolehkan masuk ke Stadion SJH. Antara lain senjata tajam dan api, minuman keras, narkoba.
“Bahkan, makanan pun tidak boleh,” jelasnya.
Baca Juga: Bojan Ungkap Kondisi Pemain Persib Bandung Saat Latihan
Sementara minuman yang boleh penonton bawa ke dalam stadion adalah air putih. Jika air putih ada di dalam botol kemasan, maka akan dipindahkan ke plastik.
“Sehingga tidak akan ada botol kemasan minuman masuk ke dalam tribun penonton,” pungkasnya.
Selain polisi mempersiapkan dan akan gunakan detektor alkohol, di laga Persib vs PSIS juga Polresta Bandung sudah siapkan 1.200 personel untuk pengamanan. (Adi/R5/HR-Online)