Perbedaan adhesi dan kohesi merupakan materi yang dapat kita jumpai dalam pelajaran fisika. Sebagaimana yang kita ketahui, tiap-tiap partikel dapat saling berhubungan lewat gaya tarik menarik. Nah, di dalam ilmu fisika gaya tersebut bukan hanya terjadi terhadap zat yang berjenis sama.
Baca Juga: Perbedaan Energi Kinetik dan Potensial dalam Kehidupan
Peristiwa tarik-menarik antarpartikel tidak hanya terjadi di dalam satu zat, melainkan juga antara zat-zat yang berbeda. Adhesi dan kohesi merupakan fenomena di mana partikel-partikel tersebut saling tarik menarik. Kedua konsep ini memiliki peranan penting dan sering muncul dalam konteks ujian, sehingga memahaminya merupakan hal yang sangat kita perlukan.
Perbedaan Adhesi dan Kohesi Menurut Ilmu Fisika
Partikel merupakan unsur terkecil dari suatu zat yang masih mempertahankan sifat-sifat zat tersebut. Setiap zat memiliki susunan partikel yang unik, yang pada gilirannya memberikan sifat-sifat khas pada zat tersebut. Berdasarkan keadaannya, zat dapat kita klasifikasikan menjadi tiga jenis utama: padat, cair, dan gas.
Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi antara partikel-partikel ini berdasarkan pada gaya tarik-menarik. Gaya tarik-menarik antarpartikel tidak hanya terjadi dalam zat-zat sejenis, namun juga antara zat-zat yang berbeda.
Gaya tarik-menarik antar partikel dapat terbagi menjadi dua kategori utama: gaya adhesi dan gaya kohesi. Dengan pemahaman yang baik tentang gaya adhesi dan gaya kohesi, kita dapat memahami berbagai fenomena alam.
Sehingga bisa menerapkannya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari, mulai dari aplikasi teknologi hingga pemahaman tentang proses alami di sekitar kita.
Pengertian
Menurut buku “Cara Win-win Solution Selesaikan Soal Fisika SMP Kelas VII, VIII, dan IX” yang ditulis oleh Ali Ofid Cholid pada tahun 2013, adhesi dan kohesi adalah dua fenomena yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks ilmu fisika, perbedaan adhesi dan kohesi ini memiliki pengertian sebagai berikut:
Adhesi
Adhesi merujuk pada gaya tarik-menarik antarpartikel yang berbeda jenisnya. Contoh konkret dari adhesi adalah gaya tarik-menarik antara cat dan tembok. Dalam situasi ini, cat mampu menempel erat pada tembok karena keduanya terdiri dari partikel yang berbeda.
Beberapa contoh lain dari peristiwa adhesi meliputi:
- Bercampurnya kopi dalam air atau teh.
- Tinta yang menempel pada kertas.
- Semen yang melekat pada batu dan pasir.
- Susu yang tumpah di lantai.
- Garam yang larut dalam air.
Kohesi
Kohesi mengacu pada gaya tarik-menarik antarpartikel yang sejenis, yang dipengaruhi oleh jarak dan kerapatan zat tersebut. Contoh peristiwa kohesi meliputi:
- Air tidak bercampur dengan minyak.
- Air raksa yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi kimia.
Baca Juga: Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis, Lihat Perilaku Muatannya
- Raksa yang ada dalam termometer.
- Air raksa tidak melekat pada dinding pipa kapiler.
- Air yang bertahan di atas daun talas.
Perbedaan antara Kohesi dan Adhesi
Pemahaman mengenai perbedaan adhesi dan kohesi penting dalam fisika karena membantu menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita. Dengan memahami konsep-konsep ini, kita dapat menginterpretasikan dan mengaplikasikan prinsip-prinsip fisika dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.
Jenis Interaksi
Kohesi melibatkan daya tarik antara molekul-molekul sejenis, sedangkan adhesi melibatkan daya tarik antara molekul-molekul yang berbeda.
Molekul yang Terlibat
Dalam kohesi, molekul-molekul yang sama terlibat, seperti molekul air dengan molekul air lainnya. Sementara itu, dalam adhesi, molekul-molekul yang berbeda terlibat, misalnya, air dengan permukaan kaca.
Efeknya pada Bahan
Perbedaan adhesi dan kohesi lainnya adalah dari efeknya terhadap bahan. Kohesi dapat memberikan bahan sifat-sifat seperti kekuatan internal, viskositas, dan tegangan permukaan. Di sisi lain, adhesi dapat menentukan seberapa baik dua permukaan berbeda menempel bersama.
Contoh
Contoh kohesi termasuk tegangan permukaan air, kekuatan air yang memungkinkan serangga air berjalan di atasnya, dan viskositas air. Selain itu, contoh adhesi juga termasuk air menempel pada permukaan kaca, getah menempel pada bahan tertentu, dan perangkat perekat seperti lem atau perekat lainnya.
Hubungan Keduanya
Kohesi dan adhesi adalah dua jenis gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang memiliki perbedaan mendasar. Kohesi terjadi antara partikel-partikel yang sejenis, sementara adhesi terjadi antara partikel-partikel yang tidak sejenis.
Perbedaan kekuatan antara kedua gaya ini dapat menghasilkan fenomena meniskus, yang merupakan permukaan cairan yang melengkung di dalam wadah. Sebagai contoh, ketika gaya kohesi air dalam sebuah tabung reaksi lebih besar daripada gaya adhesinya, air tidak akan menghindari permukaan tabung reaksi.
Hal ini menghasilkan meniskus yang cembung. Sebaliknya, jika gaya adhesi lebih kuat daripada gaya kohesi, air akan melekat pada dinding tabung reaksi. Dalam situasi ini, terbentuklah meniskus yang cekung.
Baca Juga: Cara Kerja Termometer Tanah, Fungsi Hingga Karakteristiknya
Pemahaman mengenai perbedaan adhesi dan kohesi memiliki relevansi yang penting dalam ilmu sains karena fenomena ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari konsep-konsep ini lebih lanjut agar dapat memahami berbagai fenomena alam dan aplikasinya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. (R10/HR-Online)