harapanrakyat.com,- Institut Teknologi PLN (ITPLN) telah menetapkan 250 kuota untuk pendaftaran mahasiswa baru (PMB) tahun ajaran 2024/2025.
Dari jumlah tersebut, 150 calon mahasiswa ITPLN dengan hasil tes terbaik berpotensi mendapatkan ikatan kerja dengan PLN Group. Tidak hanya itu, 100 lulusan terbaik juga akan diterima secara langsung di PLN Group.
Menurut Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, ITPLN didorong untuk menjadi perguruan tinggi teknik berstandar internasional dan menjadi yang terbaik di kawasan. Hal ini sejalan dengan fokus ITPLN dalam transisi energi menuju Net Zero Emissions.
ITPLN, yang merupakan perguruan tinggi swasta di bawah Yayasan Pendidikan Kesejahteraan (YPK) PLN, telah mengembangkan empat fakultas, sekolah Pascasarjana, dan sekolah Vokasi dengan 17 program studi S1, S2, dan D3.
Baca juga: Aplikasi Cek IDpel PLN Secara Online dengan Mudah
Rektor ITPLN, Iwa Garniwa, menegaskan kesiapannya untuk menjaga kepercayaan PLN dan kalangan industri dengan menerapkan kurikulum yang mengutamakan keterampilan praktis. Sistem 4-4-2 yang diterapkan ITPLN memberikan proporsi 40% teori, 40% problem solving, dan 20% kuliah industri.
Dalam upaya menjaga kepercayaan PLN, ITPLN menawarkan berbagai fasilitas kepada mahasiswa. Termasuk kesempatan magang di PLN Group, sertifikat kompetensi keahlian, fasilitas smart class, serta kuliah oleh praktisi dan ahli korporasi.
Selain itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam program _e-mobility ke perguruan tinggi internasional dan menggunakan laboratorium transisi energi yang tersedia.
Untuk masa pendaftaran mahasiswa baru ITPLN dibuka sejak tanggal 29 Januari sampai 14 April 2024. Informasi lanjutan bisa diakses lewat situs resmi ITPLN di https://infopmb.itpln.ac.id.
Dengan berbagai fasilitas dan kesempatan ikatan kerja yang ditawarkan, ITPLN menjadi pilihan menarik bagi mereka yang tertarik berkarir di bidang energi. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari perubahan menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan. (Feri Kartono/R8/HR Online/Editor Jujang)