harapanrakyat.com,- SDN 4 Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran latih siswanya berkebun hingga pemeliharaannya. Bahkan, mereka bisa menikmati hasil panen setelah menjualnya ke masyarakat sekitar.
Konsep pembelajaran mandiri kepada siswa tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2020 lalu dan sampai saat ini masih berlangsung.
Kepala SDN 4 Karangpawitan Endis Sopandi mengatakan, di sekolahnya untuk kelas 1,2, 4 dan 5 menerapkan kurikulum merdeka. Sementara kelas 3 dan 6 kurikulumnya campuran dengan Kurtilas.
Sebagai salah satu implementasi kurikulum merdeka tersebut, kata Endis, pihaknya mengajarkan siswa untuk berkebun. Harapannya, selain mereka bisa menanam, merawat hingga memasarkannya, siswa akan menjadi pribadi yang mandiri.
Baca juga: Fashion Show Sampah Plastik ala Santri di Padaherang Pangandaran dalam Meriahkan HUT RI
“Kita namakan program ini adalah Tatanen yang artinya pemanfaatan lingkungan di sekolah. Sudah tentu tujuan dari ini adalah siswa menjadi pribadi yang berkarakter,” terangnya, Kamis (1/2/24).
Implementasi Kurikulum Merdeka
Dengan proses pemanfaatan lahan hingga meraup hasil panen setelah menjualnya ke masyarakat sekitar di luar jam sekolah, kata Endis, siswa akan semakin terbantu, terutama masalah uang jajan.
Sementara itu, tanaman yang mereka tanam seperti singkong, kangkung, kacang panjang, terong, cabai hingga jagung. .
Lahan tersebut, kata Endis, rencananya untuk pembangunan ruang IT, Mushola hingga Perpustakaan. Namun karena tak kunjung terealisasi, akhirnya sekolah memutuskan untuk memanfaatkan dengan menanam aneka sayur dan bumbu dapur.
“Padahal, ruangan kelasnya kita juga masih kurang. Seperti halnya kelas 1 dan 2 itu ruangannya bergantian,” terangnya.
Pihaknya pun berharap agar para siswa ke depan bisa menjadi pribadi yang mandiri serta berkarakter. Apalagi dengan program tersebut mereka bisa terjalin komunikasinya secara baik dengan masyarakat sekitar.
Yuli, salah satu orang tua siswa mengaku sangat mendukung program tersebut. Apalagi dengan konsep yang seperti itu siswa membuat siswa tidak terlalu sering meminta uang jajan.
“Sejak ada kegiatan itu, anak saya jadi berkurang minta uang jajannya, alhamdulillah,” kata Yuli.
Ia pun berharap program tatanen tersebut bisa menjadi motivasi sekolah lain dalam mengembangkan siswa ke arah yang lebih baik. (Mad/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)