harapanrakyat.com – Hingga saat ini, tiga orang petugas Pemilu di Kota Bandung, Jawa Barat, yang meninggal seusai menjalankan tugasnya. Tiga orang tersebut terdiri dari dua anggota KPPS dan satu anggota Linmas.
Baca Juga : Ketua KPPS Meninggal, Dinas Kesehatan Kota Bandung Harapkan Perubahan Teknis Pemilu
“Ada tiga orang yang meninggal (petugas Pemilu). Satu orang di Ujungberung, lalu di Tamansari dan terakhir di Buahbatu,” ungkap Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono di Kota Bandung, Rabu (21/2/2024).
Pemkot Bandung, kata ia, akan menanggung biaya pelayanan kesehatan petugas KPPS maupun Linmas yang saat ini mendapat perawatan di rumah sakit.
“Kami pastikan Pemkot Bandung bertanggungjawab. Salah satunya yakni biaya mereka (petugas Pemilu) selama masuk rumah sakit ditanggung UHC,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan bela sungkawa kepada salah satu petugas KPPS, Eri Fajar Nugraha yang meninggal di Kawasan Buahbatu. Almarhum meninggal pada 20 Februari 2024 pukul 16.30 WIB.
“Pemkot Bandung dan jajaran Forkopimda, melakukan takziah ke kediaman almarhum Pak Eri. Ia merupakan petugas Pemilu, anggota KPPS. Beliau meninggal karena sesak napas. Almarhum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan ketabahan bagi keluarga almarhum dan almarhum husnul khatimah,” katanya.
Baca Juga : Miskomunikasi, 54 Tenaga Kesehatan RSUD Cimahi Gagal Mencoblos pada Pemilu 2024
Bambang menerangkan, almarhum merupakan salah satu pahlawan demokrasi yang gugur di Kota Bandung, setelah melaksanakan tugasnya menjadi petugas penyelenggara Pemilu.
“Saya rasa tidak berlebihan bahwa beliau adalah pahlawan demokrasi di Kota Bandung. Karena pesta demokrasi kita yang terbesar di dunia,” ujarnya.
Lima Petugas Pemilu Jalani Perawatan di Rumah Sakit
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian menuturkan ada lima anggota KPPS yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga saat ini, pihaknya telah menangani 542 orang petugas KPPS yang sakit.
Berdasarkan data yang ia milikinya, petugas Pemilu umumnya mengeluhkan sakit lantaran kelelahan, bahkan hingga mengalami sakit typus.
“Ada 3 hingga 4 orang (petugas Pemilu) yang sakit typus. Melihat seperti itu, kemungkinan mereka kelelahan. Selebihnya macam-macam dengan berbagai gejala. Sebagian besar ringan dan telah kami tangani. Untuk yang ke rumah sakit itu, total ada 22 orang dan yang masih mendapat perawatan medis ada 5 orang,” ucapnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)