harapanrakyat.com,- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah menyebabkan sekitar 21 ribu penduduk terpaksa mengungsi. Menurut laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kejadian ini terjadi akibat tanggul yang jebol.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa banjir bandang terjadi di Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Bencana itu telah berlangsung selama hampir satu minggu, mengakibatkan ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka.
Suharyanto menegaskan bahwa kejadian ini merupakan salah satu bencana terbesar yang terjadi pada awal tahun 2024. Beliau telah mengunjungi lokasi banjir bandang tersebut dan mengadakan Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di Kabupaten Demak. BNPB dan Pemerintah Daerah setempat sepakat untuk memberikan prioritas pada kebutuhan darurat para pengungsi.
Baca juga: Banjir di Demak Lumpuhkan Jalan Pantura, Ini Tiga Jalur Alternatif yang Bisa Dilalui
Penanganan Banjir Bandang Demak: Fokus Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Menurut Suharyanto, penanganan darurat pada Banjir Demak harus difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Saat ini, para pengungsi tersebar di 59 titik pengungsian yang telah disiapkan.
Langkah selanjutnya yang diambil oleh BNPB dan Pemerintah Kabupaten Demak adalah mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera menangani tanggul yang jebol, seperti tanggul tersier Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar.
Agar perbaikan tanggul dapat berjalan lancar, BNPB juga mempertimbangkan untuk melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengurangi intensitas hujan selama proses perbaikan.
Dampak dari tanggul yang jebol ini sangat signifikan, dengan jalan raya Demak-Kudus terputus dan genangan air yang mencapai tinggi hingga tiga meter. Selain itu, luas lahan pertanian juga tergenang air hingga mencapai 2.965 hektar.
Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi setiap minggu. Begitu tanggul selesai diperbaiki oleh Kemen PUPR, langkah selanjutnya adalah mengatasi genangan air yang terjadi dan mengembalikan air tersebut ke sungai.
Dengan demikian, penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Demak masih menjadi fokus utama BNPB dan pemerintah setempat. Kolaborasi antara berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini. (Feri Kartono/R8/HR Online/Editor Jujang)