harapanrakyat.com – Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, menemukan sebagian besar warga terdampak banjir di Braga, mengeluhkan penyakit demam, diare hingga gangguan pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, temuan tersebut berdasarkan keluhan warga di posko kesehatan pasca kejadian banjir beberapa waktu yang lalu.
Berdasarkan informasi yang ia miliki, Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung telah melayani 158 pasien selama 3 hari. Selain rawan terserang penyakit dampak banjir, juga ada dua pasien yang ia rujuk ke rumah sakit.
Baca Juga : Banjir Sergap 6 Kecamatan di Kabupaten Bandung, Warga Butuh Obat-obatan dan Logistik
“Data per Sabtu (13/1/2024) ada 29 pasien. Alhamdulilah tidak ada yang kami rujuk ke rumah sakit. Kalau dua pasien yang dirujuk ke RSHS itu, satu karena tertusuk paku, dan satu lagi karena gigitan ular,” ungkapnya di Kota Bandung, Minggu (14/1/2024).
Ia menuturkan selain demam, diare, dan gangguan pernapasan, ada juga keluhan dari lansia. Hal itu karena obat-obatannya yang terbawa banjir.
“Keluhan dari lansia, karena obat untuk penyakitnya terbawa banjir. Ada yang obat untuk jantung, darah tinggi dan lain sebagainya. Kita siapkan semua obatnya,” ujarnya.
Anhar menuturkan, tenaga kesehatan telah melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Braga sesaat setelah terjadinya bencana itu. Termasuk mempersiapkan mobil ambulans.
“Untuk obat-obatan dan peralatan semua lengkap, dan kita akan buka posko sampai hari Senin,” katanya.
Baca Juga : Dapur Umum Braga Siapkan Ratusan Porsi Makanan Bagi Warga Terdampak Banjir
Adapun sekitar 80 tenaga kesehatan yang bersiaga di lokasi. Mereka mendirikan posko kesehatan untuk memberikan pelayanan gratis bagi warga yang terdampak banjir di Kawasan Braga untuk menghindari dampak penyakit akibat banjir.
“Setiap kali tugas minimal ada 4 orang, satu harinya 3 shift, jadi total ada 70-80 orang. Kemudian ada tenaga medis yang turun ke lapangan sekitar 10 orang, tergantung situasi. Hal itu untuk mengantisipasi warga terjangkitnya penyakit pasca banjir,” ujarnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)