harapanrakyat.com,- S, buka suara terkait kelakuan suami yang viral karena bikin sayembara damaikan keluarga di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Melalui kuasa hukumnya, S menilai sayembara yang dibuka suaminya, Rae Suryana dengan hadiah Rp 250 juta itu tidaklah etis.
“Karena viral bikin sayembara di tingkat Nasional, sesuatu yang tidak etis dan bikin keresahan bagi keluarga. Apapun tudingan dari mereka, kami akan persilahkan membuktikan di pengadilan dengan baik, buktikan semaksimal mungkin,” kata Kuasa Hukum istri dan anak Rae Suryana, Taupik Rahma, Senin (15/1/2024).
Menurut Taupik, pihak keluarga sudah cukup bersabar. Keluarga juga mempertanyakan, kenapa masalah keluarga malah diviralkan.
“Yang jelas keluarga sudah cukup bersabar, sudah tidak etis, masalah keluarga diviralkan dengan sayembara seperti itu. Keluarga sudah jelas, secara agama pak Rae itu sebagai suami dari ibu S, secara agama sudah berpisah. Jadi ibu S sudah memantapkan diri untuk cerai gugat di Pengadilan Negeri Agama Tasikmalaya,” katanya.
Baca Juga: Bapak Ingin Damai dengan Keluarga di Tasikmalaya, Buka Sayembara Berhadiah Rp 250 Juta
Alasan Konflik Hingga Suami Viral Bikin Sayembara Damaikan Keluarga di Tasikmalaya
S mengajukan gugatan cerai pada Rae Suryana lantaran sudah 20 tahun tersakiti. Apalagi ditambah dengan sayembara berhadiah Rp 250 juta.
“Karena selama 20 tahun tersakiti oleh tindakan-tindakan yang sungguh tidak etis, apalagi sampai mau minta tolong kepada iblis. Itu sesuai yang sangat tanda kutip, sangat miris, dari sisi akidah dan tauhid, kami tidak bisa menilai, tapi masyarakat bisa menilai,” katanya.
Menurut Taupik, sebagai mantan istri, S sudah tidak sanggup lagi untuk bersama membangun kehidupan keluarga.
“Begitu juga dengan anak-anaknya yang sudah merasa tersakiti. Mereka ingin melindungi ibunya. Sedangkan gugatan yang mereka lakukan, buktikan di Pengadilan Agama Tasikmalaya,” jelasnya.
Taupik menyebut, permasalahan keluarga tersebut sebenarnya adalah aib. Namun, pihaknya dipaksa untuk menjawab pertanyaan publik.
“Ini sebetulnya aib keluarga, tapi kami dipaksa, suka atau tidak suka oleh situasi, untuk menjawab ke publik, agar kami bisa berimbang, agar tahu duduk segala persoalannya. Sebetulnya masalah internal terkait keinginan poligami yang tidak terpenuhi dan adanya dugaan kekerasan KDRT terhadap mantan istrinya juga kepada anak-anaknya,” katanya.
Bukan Sekedar Masalah Harta
Akar masalah keluarga tersebut, menurut Taupik, bukanlah masalah harta. Namun, ada masalah lain yang sebenarnya sang istri sudah memaafkan.
“Sekarang dibelok-belokkan ke hal-hal lain, urusan menantu, urusan masalah harta, itu kamuflase semua, karena akar masalahnya bukan di situ. Kami sudah berikan kesempatan, bahkan mantan istrinya sudah memaafkan dengan masa lalunya. Ketika sudah memaafkan dengan masa lalunya, kemudian berulah lagi dan berulah lagi,” jelas Taupik.
“Jadi hal itulah yang membuat tidak tahannya keluarga, karena memang ibu S sudah menderita sakit jantung selama 17 tahun, dengan hiruk pikuk selama 20 tahun, bahkan dengan ada ancaman rumahnya mau dibakar, anaknya diajak duel, itu sesuatu yang sangat tidak etis,” katanya.
Baca Juga: Hadiah Sayembara Mendamaikan Keluarga di Tasikmalaya Ditambah! Minat? Hubungi Nomor Ini!
Terkait apakah S sebagai istri taat atau tidak pada suaminya, Taupik menegaskan S sangat patuh, meskipun dalam keadaan sakit.
“Ketaatan, kepatuhan apalagi yang diminta dari Ibu S? Kami kasih catatan, bahwa saat ini, sekalipun meminta kepada hakim untuk minta dipertemukan kembali, secara agama tidak mungkin disatukan lagi. Karena sudah bercerai secara agama, kecuali kalau mereka mau menikah lagi, karena masa iddahnya sudah lama, sudah dilalui. Persoalannya, ketika mau menikah lagi, Ibu S sudah tidak sanggup lagi untuk bersatu kembali,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang suami bernama Rae Suryana, warga Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya bikin sayembara damaikan keluarga yang kemudian viral. Hadiah sayembara tersebut mencapai Rp 250 juta.
“Saya akan memberikan per hari ini adalah Rp 250 juta, sebelumnya Rp 100 juta, kemudian akan dinaikkan kembali sampai ada yang bisa mendamaikan saya dengan keluarga,” kata Rae Suryana saat konferensi pers di kediamannya, Kamis (11/1/2023).(Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)