Pengertian tauhid asma wa sifat merupakan hal yang sangat signifikan untuk dipahami. Sebagai umat Islam, memahami segala ilmu dalam agama menjadi suatu kewajiban yang tidak dapat diabaikan. Terlebih ajaran Islam yang berkaitan dengan tauhid atau keesaan Allah.
Baca Juga: Perbedaan Aqidah dan Tauhid dalam Ajaran Islam
Ilmu sendiri memiliki peran penting dalam panduan hidup kita di dunia ini. Konsep tauhid menjadi dasar utama yang dapat menentukan arah kehidupan manusia dan menjadi landasan bagi setiap amal perbuatan yang kita lakukan.
Nama-nama indah milik Allah Ta’ala kita kenal dengan sebutan Asmaul Husna. Bagi Anda yang memahami makna tauhid asma wa sifat, Asmaul Husna bukanlah hal yang asing. Adapun sifat-sifat yang wajib bagi Allah, yang harus kita yakini dan ketahui, merupakan bagian integral dari pemahaman konsep ini.
Pengertian Tauhid Asma Wa Sifat yang Penting Anda Ketahui
Sebelum melanjutkan ke pembahasan mengenai pengertian tauhid asma wa sifat, perlu ditekankan bahwa konsep tauhid dalam Islam memiliki beberapa bagian.
Terdapat Tauhid Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat. Tauhid Rububiyah mengandung makna mengesakan Allah dalam proses penciptaan, pengelolaan, dan kepemilikan seluruh alam semesta.
Sementara itu, Tauhid Uluhiyah atau ibadah mengacu pada pengabdian eksklusif kepada Allah. Artinya, Allahlah yang layak dan satu-satunya yang kita sembah dalam ibadah.
Namun, perlu Anda ketahui bahwa banyak saudara Muslim kita yang belum sepenuhnya memahami konsep tauhid ini. Asma wa Sifat sendiri merupakan manifestasi dari Allah Ta’ala yang mencakup sifat-sifat dan nama-nama yang menjadi kepunyaan-Nya.
Pemahaman mengenai pengertian tauhid asma wa sifat ini melibatkan dua aspek penting, yaitu penetapan dan penafian. Oleh karena itu, kita perlu mampu menetapkan seluruh nama dan sifat Allah sebagaimana yang Dia tetapkan untuk diri-Nya dalam Kitab dan sunnah Nabi-Nya.
Sejalan dengan itu, kita juga tidak boleh menyamakan sesuatu pun dengan Allah dalam hal nama dan sifat-Nya.
Mempunyai Banyak Manfaat
Pengertian tauhid asma wa sifat termasuk salah satu dari tiga prinsip yang harus diyakini oleh setiap umat Islam. Memahami tauhid asma wa sifat ini membawa berbagai keutamaan yang dapat kita peroleh. Bahkan dapat dikatakan bahwa tauhid asma wa sifat merupakan bentuk tauhid yang paling utama, karena langsung terkait dengan sifat-sifat dan nama-nama Allah Ta’ala.
Dalam kehidupan seorang Muslim, pemahaman terhadap konsep tauhid memiliki keterkaitan yang sangat erat. Hal ini karena pemahaman tersebut secara alami akan membuat hati seorang Muslim hidup dengan iman, serta senantiasa mengagungkan nama Allah.
Baca Juga: Contoh Rukun Iman, Amalkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengetahuan mengenai nama Allah dan sifat-Nya memiliki dampak besar terhadap perilaku kita. Mengapa demikian? Karena setiap sifat dan nama memiliki konsekuensi serta tuntutan yang berhubungan dengan sikap dan perilaku kita.
Dengan memahami pengertian tauhid asma wa sifat, kita yakin bahwa hanya Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak kita sembah. Perlu kita ingat, kebutuhan manusia untuk bertaqwa lebih utama dan penting daripada kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian.
Jika seseorang kekurangan makanan dan minuman, mungkin akibatnya hanya berujung pada kematian fisik. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak memahami konsep tauhid, mereka mungkin akan mengakhiri kehidupan mereka dalam keadaan musyrik.
Penerapan Dalam Aspek Kehidupan
Setelah Anda memahami pengertian tauhid asma wa sifat, penting juga untuk mengetahui contoh-contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh adalah tidak menyontek saat ujian.
Praktik ini sudah umum dan mungkin telah menjadi budaya anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, tugas kita adalah mengajarkan kepada generasi bangsa bahwa Allah SWT memiliki nama, yaitu Al-Bashir.
Al-Bashir memiliki makna Maha Melihat. Meskipun tidak ada manusia yang menyaksikan perbuatan tidak terpuji yang Anda lakukan, Allah senantiasa memperhatikan segala tindakan kita, baik yang kecil maupun besar. Selain itu, Malaikat juga turut mencatat semua amal perbuatan kita.
Berdoalah hanya kepada Allah Ta’ala, yang merupakan Maha Pemberi dan Maha Kaya. Tidak ada yang layak kita sembah kecuali Allah, karena hanya Dia yang memiliki sifat Al-Karim, yang berarti Maha Pemurah dan Dermawan.
Contoh berikutnya adalah saling memaafkan satu sama lain. Tindakan memaafkan dapat memberikan ketenangan dan kedamaian pada hidup, tanpa adanya beban pikiran yang mengganggu. Allah juga meridhai orang yang dengan mudah meminta maaf dan memaafkan, karena Dia memiliki sifat Al-Ghaffar, yang artinya Maha Pemberi Maaf.
Baca Juga: Macam-macam Sholawat Nabi, Amalan Sunnah Penuh Berkah
Untuk Anda yang masih belum familiar dengan pengertian tauhid asma wa sifat, penjelasan beserta contoh tersebut diharapkan dapat membantu. Terutama, dalam memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai ilmu agama Islam. (R10/HR-Online)