harapanrakyat.com,- Saat kunjungi lokasi longsor di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memberikan arahan kepada PJ Bupati Subang, Imran.
Arahan tersebut, agar Pemkab Subang segera melakukan perbaikan pipa PDAM yang rusak. Tujuannya, supaya pelanggan PDAM bisa segera terpenuhi kembali kebutuhan air bersih.
Musibah bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cipondok, Kecamatan Kasomalang tersebut, bukan hanya menimbun sawah dan kolam ikan milik warga.
Namun juga membuat rumah dan warung rusak-rusak. Selain itu juga, pipa sambungan PDAM Subang mengalami kerusakan.
Sehingga dari kerusakan tersebut, membuat 13 ribu pelanggan PDAM di 3 kecamatan terputus untuk bisa mendapatkan air bersih.
Suharyanto saat kunjungi lokasi longsor di Subang, Rabu (10/1/2024) mengatakan, untuk menangani pipa PDAM yang rusak, BNPB akan kerja sama dengan pemda setempat.
“Sehingga nantinya 13 ribu pelanggan ini bisa terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” katanya.
Sementara terkait area perbukitan serta pemukiman di sekitaran lokasi tanah longsor Cipondok, Kepala BNPB menginstruksikan kepada PJ Bupati Subang, agar membuat kajian lingkungan.
“Adapun teknis pelaksanaannya, nanti akan bekerja sama dengan pihak terkait. Seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,” terangnya.
Suharyanto berharap, nantinya hasil kajian itu bisa memberi rekomendasi kepada Pemkab Subang guna mengambil kebijakan.
“Terutama terkait masalah lahan di sekitar mata air Desa Cipondok,” harapnya.
Kunjungi Lokasi Longsor di Subang, Kepala BNPB Apresiasi Masyarakat Kampung Cipondok
Sementara itu, menurut laporan dari Posko Bencana Terpadu Subang, Rabu (10/1/2024), ada 138 warga yang masih bertahan di pengungsian.
Kepala BNPB pun memuji Pemkab Subang yang sudah menangani para pengungsi di RA Fajrul Islam dan Majelis Taklim NurrusSyifa dengan baik.
Menurutnya, semua unsur forkopimda sudah terlibat aktif dalam penanganan para pengungsi bencana tanah longsor di Kampung Cipondok tersebut.
“Puskesmas Subang juga membuka dan memberikan pelayanan kesehatan, semenjak pos pengungsian pada hari pertama berdiri,” ucapnya.
Sedangkan dari laporan BPBD Subang, bencana longsor juga masih mengancam sekitar 40 rumah warga Desa Cipondok, karena bisa saja terjadi pergerakan tanah.
Saat kunjungi lokasi longsor di Subang, Suharyanto juga mengapresiasi masyarakat Kampung Cipondok, yang bersedia meninggalkan rumahnya.
Menurutnya, masyarakat sekitar daerah tingkat kesadarannya sudah meningkat. Meskipun pengungsi sudah mulai berkurang, namun warga tidak kembali ke rumahnya.
“Mereka sementara tinggal di rumah keluarga atau saudaranya. Sebab, khawatir ada longsor susulan,” ujarnya.
Kepala BNPB yang kunjungi lokasi bencana tanah longsor di Subang, juga memberikan dukungan operasional penanganan darurat.
Dukungan BNPB untuk Pemkab Subang tersebut, berupa dana siap pakai sebesar Rp 250 juta.
Bukan hanya itu, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik dan peralatan. Seperti 1 unit tenda pengungsi, 200 bungkus makanan siap saji, 216 botol sabun cair, 100 paket sembako, 200 lembar matras dan 200 lembar selimut. (Adi/R5/HR-Online)