Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruIndikator Alami Asam Basa untuk Menentukan pH Larutan

Indikator Alami Asam Basa untuk Menentukan pH Larutan

Indikator alami asam basa mampu memberikan warna tertentu. Parameter asam basa alami merujuk pada zat-zat yang kita peroleh dari bahan alami melalui proses ekstraksi. Umumnya, bahan-bahan yang dapat menjadi indikator asam basa berasal dari tumbuhan yang memiliki warna yang mencolok.

Indikator asam basa sendiri mengacu pada zat-zat yang dapat menunjukkan sifat asam, basa, atau netral pada suatu larutan. Tergantung pada pH larutan atau kandungan ion hidrogen (H+) dan ion hidroksida (OH-) dalam larutan tersebut.

Baca Juga: Titrasi Asam Basa Larutan: Definisi, Hasil, dan Juga Kedua Jenisnya!

Pentingnya suatu indikator asam basa terletak pada kemampuannya untuk menunjukkan perubahan warna yang jelas pada larutan asam maupun basa.

Indikator Alami Asam Basa dan Definisinya

Parameter asam basa alami, sesuai dengan namanya, dapat kita temukan di lingkungan alamiah dan bahkan terdapat dalam beberapa bahan sekitar. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk kita siapkan atau manfaatkan, terutama dengan ekstraksi bahan alami tersebut.

Dalam buku Kimia I untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama, tercantum bahwa indikator alami memiliki kemampuan untuk mengubah warna larutan saat diterapkan. Beberapa contoh bahan alami yang dapat kita gunakan sebagai indikator termasuk tumbuhan.

Seperti kubis merah, kembang sepatu, bunga mawar, bayam merah, bunga geranium, kunyit, bunga pacar, bunga karamunting, dan lainnya. Tanaman-tanaman ini dapat kita pakai untuk menguji keasaman atau kebasaan suatu larutan.

Syarat untuk tanaman menjadi indikator alami asam basa adalah kemampuannya untuk mengalami perubahan warna ketika diteteskan pada larutan asam atau basa. Banyak tanaman mengandung zat kimia, terutama antosianin, yang memberikan warna alami pada larutan asam (merah) atau basa (biru).

Antosianin dapat kita ekstrak menggunakan air atau pelarut lainnya dari berbagai tanaman, termasuk tanaman hias rumah tangga seperti kubis merah. Proses ekstraksi ini memungkinkan parameter asam basa alami terbuat dari berbagai bahan yang memberikan variasi warna, tergantung pada pH larutan yang kita uji, baik itu larutan asam maupun basa.

Selain itu, penggunaan ekstrak beberapa bahan tersebut untuk membentuk indikator pH mentah merupakan metode pengantar yang populer dalam demonstrasi kimia. Hasil ekstraksi dapat menghasilkan perubahan warna yang berbeda pada larutan asam dan larutan basa.

Contoh dari Indikator Alami

Salah satu ilustrasi indikator alami asam basa adalah kulit manggis. Warna kulit manggis pada keadaan netral adalah ungu. Prosesnya melibatkan pembagian ekstrak kulit manggis menjadi dua bagian, di mana masing-masing kita berikan tetesan dari larutan asam dan larutan basa.

Ketika ekstrak kulit manggis terkena larutan asam, terjadi perubahan warna dari ungu menjadi sedikit kemerah-merahan. Di sisi lain, pada kontak dengan larutan basa, warna ungu berubah menjadi biru kehitaman. 

Oleh karena itu, ekstrak kulit manggis dapat berfungsi sebagai indikator alami yang memberikan respon warna yang berbeda tergantung pada sifat asam atau basa dari larutan yang kita uji.

Contoh lainnya adalah penggunaan kol ungu sebagai indikator asam basa. Kol ungu akan mengalami perubahan warna menjadi merah muda dalam larutan asam, sementara dalam larutan basa, warnanya berubah menjadi biru muda.

Sebagai alternatif, kunyit juga dapat digunakan sebagai indikator pH. Perubahan warna kunyit terjadi ketika terpapar larutan asam, menjadikannya berwarna kuning. 

Baca Juga: Konfigurasi Elektron Gas Mulia, Ketahui Contoh Unsur-Unsurnya

Di sisi lain, dalam larutan basa, kunyit akan berubah menjadi warna krem. Dengan demikian, sifat perubahan warna ini menjadikan kunyit sebagai indikator alami yang efektif untuk membedakan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan.

Cara Kerja Indikator Alami

Tumbuhan dengan pigmen yang responsif terhadap perubahan pH sering orang gunakan sebagai bahan dasar indikator alami. Penggunaan indikator asam basa alami ini umumnya bisa kita terapkan dalam percobaan kimia dan praktikum untuk menentukan sifat pH suatu larutan.

Indikator asam basa yang efektif harus mampu memberikan perubahan warna yang dapat kita bedakan dengan jelas antara larutan asam dan basa. Selain itu, indikator asam basa alami juga bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menguji tingkat keasaman atau kebasaan air dalam kebun atau untuk memeriksa tingkat keasaman makanan. Oleh karena itu, pemanfaatan indikator asam basa alami tidak hanya terbatas pada lingkup laboratorium. Tetapi juga dapat kita terapkan secara praktis dalam berbagai konteks.

Indikator alami asam basa bekerja dengan merespon perubahan pH larutan. pH mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Ketika indikator terkena larutan asam, basa, atau netral, ia mengalami perubahan warna karena interaksi dengan ion hidrogen (H+) atau ion hidroksida (OH-) dalam larutan.

Penggunaan Indikator Alami

Indikator alami sering orang gunakan dalam percobaan kimia dan praktikum untuk menentukan pH suatu larutan. Mereka juga dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk menguji keasaman atau kebasaan air dalam kebun atau untuk memeriksa keasaman makanan.

Kelebihan dan Keterbatasan

Kelebihan indikator alami termasuk ketersediaan yang mudah dan biaya rendah. Namun, keterbatasan mereka melibatkan ketidakpresisian dalam menentukan nilai pH secara tepat dan kurangnya kestabilan warna dalam beberapa kasus.

Baca Juga: Penyusun Sistem Koloid Asap, Karakteristik dan Pengaruhnya

Jadi, indikator alami asam basa adalah zat yang dapat menunjukkan apakah suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral. Beberapa parameter asam basa bersifat alami, artinya mereka ditemukan dalam alam dan dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi sifat larutan. (R10/HR-Online)

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

harapanrakyat.com,- Tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis yang terletak di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Jawa Barat, terlihat tidak terawat. Rerumputan dan ilalang tumbuh liar,...
Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (2/4/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan longsor di beberapa titik di Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar,...
Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...