Hereditas pada manusia melibatkan penurunan sifat-sifat dari generasi induk ke generasi keturunannya melalui perantara genetik. Dalam konteks ini, hereditas tidak hanya mencakup penurunan karakteristik perilaku manusia. Tetapi lebih berfokus pada transfer bentuk atau struktur tubuh dari satu makhluk hidup ke keturunannya.
Baca Juga: Cara Kerja Tes DNA untuk Mendapatkan Hasil yang Akurat
Oleh karena itu, kemiripan atau kesamaan dapat terlihat antara individu dan keturunannya. Manusia memiliki berbagai pola penurunan sifat, yang pada dasarnya memungkinkan transfer berbagai karakteristik dari orang tua kepada anak-anak mereka.
Hereditas pada Manusia, Begini Pola Penurunan Sifatnya
Adanya gen dalam tubuh manusia dapat menyebabkan penurunan penyakit. Pada umumnya terjadi pada autosom atau dapat terpicu gen kromosom seks (gonosom). Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa penyakit menurun ini tidak bersifat menular.
Meskipun sulit disembuhkan, langkah-langkah dapat diambil untuk mencegah penularannya kepada keturunan berikutnya. Situasi ini seringkali dikaitkan dengan keberadaan gen resesif. Gen resesif yakni bukan bagian dari gen dominan dalam induk atau keturunannya.
Penurunan sifat dari induk ke anaknya terjadi melalui pola pewarisan sifat yang dapat dipelajari dengan metode asal usul atau silsilah. Metode ini kita kenal sebagai metode pedigree. Metode ini memberikan gambaran pola hereditas pada manusia.
Teori Hereditas
Teori hereditas pertama kali diusulkan oleh ilmuwan Gregor Johann Mendel pada tahun 1865 berdasarkan penelitian pada kacang kapri. Mendel menyatakan tiga hukum pewarisan: Segregasi, Asortasi Bebas, dan Dominasi.
Hukum Segregasi menyebutkan bahwa setiap gen induk memisahkan diri untuk anak. Asortasi Bebas menyatakan pertemuan gamet secara acak dan Dominasi terjadi saat sifat yang diturunkan lebih dominan. Teori ini menjelaskan kemiripan antara anak dan orang tua serta kesamaan golongan darah.
Pola-Pola Hereditas Manusia
Seperti halnya pada makhluk hidup lainnya, manusia juga mengalami pola hereditas. Fenomena ini menjelaskan kemiripan antara anak dan orang tua dari berbagai aspek. Contoh-contoh pola hereditas pada manusia melibatkan:
Cacat serta Penyakit Turunan
Salah satu bentuk hereditas manusia adalah penurunan catatan dan penyakit. Penyakit yang diturunkan ini memiliki karakteristik khusus, sulit atau bahkan tidak dapat disembuhkan karena melibatkan kelainan gen (substansi hereditas).
Baca Juga: Fungsi Hormon Somatotropin, Mampu Menunjang Pertumbuhan
Pada umumnya, kondisi ini dikendalikan oleh gen resesif dan hanya akan muncul pada individu yang memiliki homozigot resesif.
Cacat dan penyakit yang dapat menurunkan sifat yakni memiliki dua penyebab utama. penyebab pertama, melalui autosom atau kromosom yang tidak terkait dengan jenis kelamin. Kedua, melalui gonosom atau kromosom seks yang terkait dengan jenis kelamin.
Golongan Darah
Golongan darah merupakan salah satu contoh hereditas pada manusia, sifatnya dapat menurun dari generasi ke generasi. Secara umum, golongan darah manusia terbagi menjadi tiga jenis, yaitu sistem golongan darah ABO, sistem golongan darah rhesus, dan sistem golongan darah MN. Penentuan sistem golongan darah ABO sendiri berdasarkan tiga alel, yaitu IA, IB, dan IO.
Golongan darah rhesus, pada sisi lain terpengaruh oleh gen Rh dan gen rh. Gen Rh menghasilkan tipe rhesus positif (+), sedangkan gen rh menghasilkan rhesus negatif (-).
Sifat alel Rh bersifat dominan terhadap alel rh. Selanjutnya, sistem golongan darah MN berdasarkan pada dua jenis alel, yaitu alel LM dan alel LN.
Albino
Albino merupakan salah satu contoh hereditas pada manusia yang berasal dari cacat yang menurun. Kondisi albino terjadi karena kelainan genetik, yakni tubuh tidak dapat menghasilkan enzim untuk mengubah tirosin menjadi pigmen melanin. Produksi pigmen melanin ini diatur oleh gen resesif a.
Dalam tubuh manusia yang normal, terdapat genotip AA untuk individu yang normal dan Aa untuk individu yang menjadi pembawa sifat. Namun, kondisi ini berbeda pada individu yang mengalami albino. Karena mereka lahir dari pasangan yang keduanya merupakan pembawa sifat tersebut.
Keterkaitan Pola Hereditas dengan Kromosom Seks
Hereditas pola cacat dan penyakit menurun pada manusia juga adanya keterkaitan dengan kromosom seks. Dalam konteks ini, beberapa contoh penyakit umum sebagai ilustrasi, salah satunya adalah webbed toes. Kelainan ini mencakup pertumbuhan selaput seperti kaki bebek antara jari-jari kaki.
Baca Juga: Jenis Cairan Elektrolit dalam Tubuh Manusia dan Peran Pentingnya
Kelainan ini terjadi karena adanya gen resesif (wt), sedangkan gen dominan (Wt) menunjukkan keadaan yang normal. Selain dari contoh webbed toes, terdapat juga contoh kelainan hyserix gravior. Hyserix gravior dapat terlihat dengan pertumbuhan rambut yang panjang dan kasar, menyerupai duri landak. Keberadaan sifat ini mengindikasikan hereditas pada manusia yang muncul adanya gen resesif (hg). (R10/HR-Online)