harapanrakyat.com – Melambungnya harga daging ayam ras, membuat pedagang di Pasar Sabtu, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengeluh.
Sebagai informasi, harga ayam ras saat ini di Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu penyumbang pengaruh tingginya Indeks Perkembangan Harga (IPH). Selain harga daging ayam, tingginya harga beras dan daging sapi pun menjadi penyumbang tingginya IPH Bandung Barat.
Akibatnya, Bandung Barat masuk menjadi salah satu dari 5 daerah di Pulau Jawa dengan IPH tertinggi. Hal itu berdasarkan data laporan Badan Pusat Statistik (BPS) RI di periode kedua bulan Januari 2024.
Baca Juga : IPH Bandung Barat Naik, Pemkab Cari Solusi Intervensi Harga 3 Bahan Pangan
Seorang pedagang di Bandung Barat, Yati Cahyati (45) membenarkan jika saat ini harga daging ayam ras yang ia jual terbilang tinggi. Saat ini, pedagang mematok harga Rp 38 ribu per kilogram.
Akibat mahalnya harga jual, kata Yati, turut berpengaruh terhadap turunnya omzet hingga 40 persen.
“Akibat mahalnya harga daging ayam, omzet saya pun berkurang hingga 40 persen. Sekarang jualan daging ayam sepi pembeli. Berbeda dengan sebelum harga naik,” ungkap Yati, Sabtu (20/1/2024).
Ia pun mengaku tidak mengetahui faktor yang membuat harga daging ayam tinggi belakangan ini. Padahal, kata ia, persediaan daging ayam ras dari peternak masih normal. Namun, entah kenapa harganya masih tinggi.
“Kondisi ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Saya juga tidak mengetahui kenapa alasan harga daging ayam ini terus naik,” ucapnya.
Pedagang Daging Ayam Ras Desak Pemerintah Lakukan Upaya
Sepinya pembeli daging ayam saat ini turut pula dirasakan pedagang lainnya, Yanto (51). Ia mengungkapkan, dengan kondisi saat ini, ia pun tidak berani menyediakan daging ayam potong banyak-banyak. Ia khawatir, hal itu malah bakal merugikannya jika tidak terjual.
Baca Juga : Bandung Barat Kembali Masuk 5 Besar IPH Tertinggi di Jawa, Apa Penyebabnya?
“Setelah adanya kenaikan harga ini, terus terang omzet saya berkurang. Saya juga saat ini tidak berani menyediakan daging ayam ras potong banyak-banyak. Paling banyak 30 kilogram per hari,” tuturnya.
Para pedagang daging ayam potong ini pun berharap pemerintah segera melakukan kebijakannya dalam menekan meroketnya harga ayam daging ras ini. (Ecep/R13/HR Online)