Hadits larangan meminta-minta memberikan petunjuk agar kita menghindari perilaku tersebut. Dalam Islam, sebagai agama yang sempurna, aturan-aturan yang ada tidak bertujuan untuk menyulitkan. Melainkan untuk memfasilitasi pelaksanaan perintah agama sesuai ajaran Islam.
Jika tindakan yang kita lakukan sudah sesuai dengan ajaran Islam, kita tidak hanya meraih keuntungan materi. Akan tetapi juga memperoleh pahala yang dapat menjadi kunci menuju surga Allah.
Baca Juga: Hadits Menjaga Silaturahmi dan Keutamannnya untuk Umat Muslim
Kesempatan untuk mendapatkan pahala ini tentu diharapkan oleh setiap individu yang mengikuti ajaran agama. Karenanya, tidak mengherankan bahwa setiap aspek kehidupan sehari-hari kita diatur oleh prinsip-prinsip agama Islam. Termasuk kegiatan meminta-minta, yang seharusnya kita hindari dalam rutinitas harian, terutama bagi umat Muslim.
Hadits Larangan Meminta-Minta dalam Islam
Penting untuk kita catat bahwa meminta-minta adalah perilaku tidak terpuji, bahkan bertentangan dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, sebaiknya kita menghindari tindakan tersebut.
Dalam Islam, meminta-minta untuk mendapatkan barang, uang, oleh-oleh, atau harta lainnya dianggap sebagai pelanggaran, sebagaimana dijelaskan dalam hadits. Terutama, meminta untuk memenuhi kebutuhan pribadi kepada orang lain sangat dilarang.
Namun, jika meminta untuk membantu kebutuhan orang lain, hal tersebut, Insya Allah, masih agama Islam perbolehkan.
Dalam riwayat Ahmad, disampaikan oleh Hubsyi bin Junaadah R.A., Rasulullah SAW bersabda:
Dari larangan meminta-minta yang terdapat dalam hadits tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ketika kita meminta-minta kepada sesama manusia padahal sebenarnya kita mampu, hal tersebut seperti memakan bara api.
Perlu kita ingat bahwa bara api memiliki suhu yang sangat panas. Jika kita membayangkan, apakah kita mampu menahan panasnya bara api tersebut dalam mulut kita.
Tidak hanya terdapat dalam hadits riwayat Ahmad, namun juga terdapat dalam hadits larangan meminta-minta riwayat Bukhari. Hadits tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang meminta-minta atau mengemis kepada sesama manusia akan datang pada saat hari kiamat tanpa memiliki sedikit pun daging pada bagian wajahnya. Naudzubillahimindzalik.
Maksudnya, pada hari kiamat, orang yang melakukan meminta-minta akan hadir dalam keadaan hina tanpa memiliki wajah di hadapan Allah.
Ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa ia akan bangkit dengan wajah yang hanya tersusun oleh tulang tanpa adanya daging sedikit pun. Hal ini sebagai hukuman bagi mereka yang terbiasa meminta-minta.
Berikutnya, terdapat hadits larangan meminta-minta dalam riwayat Muslim yang menegaskan bahwa meminta-minta pada dasarnya sebagai kegiatan yang haram. Tindakan tersebut hanya boleh jika kondisi darurat atau terdapat kebutuhan yang sangat mendesak.
Baca Juga: Hadits Tentang Lailatul Qadar beserta Keutamaannya
Jika kita tidak berada dalam keadaan darurat atau kebutuhan yang mendesak, maka secara hukum sebagai perbuatan yang haram.
Allah Menganjurkan Agar Selalu Berusaha
Dalam ajaran Islam, terdapat petunjuk untuk selalu bekerja keras dengan cara yang halal dan baik guna mewujudkan berbagai keinginan kita. Bergantung dengan meminta-minta, yang sering diidentifikasi dengan pengemis, sebenarnya bertentangan dengan anjuran Allah. Karena sebagai umat Muslim, niscaya untuk terus berusaha dan berupaya semaksimal mungkin.
Seperti tertuang dalam QS At-Taubah ayat 105:
Hadits larangan meminta-minta juga semakin kuat dengan dukungan dari ayat Al-Quran, yaitu Surat At-Taubah ayat 105.
Ajaran Islam menekankan pentingnya berusaha dan bekerja keras, bukan meminta-minta kepada sesama manusia.
Sebaliknya, Allah SWT mewajibkan kita untuk menyisihkan sebagian harta yang kita miliki. Tentu dengan tujuan memberikannya kepada mereka yang membutuhkan. Contohnya adalah memberikan bantuan kepada kaum dhuafa, anak yatim, dan piatu.
Tindakan ini untuk menjaga kehormatan pribadi serta menghindari merendahkan diri dengan terus-menerus meminta-minta kepada orang lain.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menegaskan larangan terhadap umatnya untuk melakukan perbuatan meminta-minta. Sebagai seorang Muslim, sebaiknya kita hanya bersandar pada harapan dan pertolongan dari Allah SWT semata. Allah harus menjadi satu-satunya sumber harapan yang tidak akan mengecewakan.
Baca Juga: Puasa Rajab 3 Hari Apakah Boleh? Berikut Penjelasan Hadistnya!
Hadits larangan meminta-minta juga dalam Al-Quran, menunjukkan pentingnya menjauhi perilaku tersebut dalam Islam. Bekerja keras, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, dan bersandar pada Allah adalah anjuran. Sementara meminta-minta bertentangan dengan ajaran agama. Selagi kita memiliki kesempatan, mari kita berusaha dengan berbagai upaya yang halal dan baik untuk mewujudkan segala keinginan kita. (R10/HR-Online)