harapanrakyat.com,- Dinas Kesehatan Ciamis mencatat data warga yang terjangkit DBD selama tahun 2023 mencapai 220 kasus. Bahkan, 2 dua di antaranya meninggal dunia.
Sekdis Kesehatan Anton Wahyu mengatakan, dari data yang tercatat, setiap bulannya di tahun 2023 jumlah penderita mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
“Tahun 2023 jumlah total.penderita alami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk tahun 2024 ini kita terus fokus terus dalam memberantas penyebaran nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya, Rabu (3/1/24).
Adapun cara pemberantasannya, kata Anton, dengan terus mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat. Sebab, hal tersebut adalah salah satu kuncinya.
“Kami juga tidak henti-hentinya melalui seluruh puskesmas dalam mensosialisasikan PSN. Sehingga seluruh warga peduli akan kebersihan dan kesehatan lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P Edis Herdis mengungkapkan, kasus DBD di tahun 2023 berdasarkan data tiap bulannya mengalami penurunan.
Edis merinci, untuk Januari sebanyak 20 kasus, Februari 21, Maret 21, April 26, Mei 21 dan meninggal 1 orang, Juni 16, Juli 16, Agustus 19, September 16 dan meninggal 1, Oktober 14, November 20 dan Desember 10 kasus.
“Data tersebut sesuai laporan dari Puskesmas dan RS yang merawat pasien,” terangnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Puskesmas terbanyak di antaranya Ciamis 40 kasus, Imbanagara 22, Rancah 17, Payungsari 16, Sadananya 15, Cikoneng 15, Handapherang 13 kasus.
Adapun berdasarkan jenis kelami untuk laki-laki sebanyak 108 dan perempuan 112 yang mana 2 orang meninggal.
Sementara sesuai umur, 1 tahun 2 kasus, 1-4 ada 12, 5-14 ada 48 dan 1 meninggal, 15-44 ada 86 kasus, serta umur 44 tahun terdapat 72 kasus dan 1 di antaranya meninggal dunia.
Melihat data tersebut, pihaknya pun mengajak seluruh warga untuk bersama-sama melakukan penanganan pemberantasan sarang nyamuk penyebab DBD di lingkungan masing-masing. Apalagi sekarang di seluruh kecamatan hampir ada kasus DBD.(Es/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)