harapanrakyat.com,- Banyak cara dan usaha untuk mendatangkan cuan. Seperti Adi Amalia Almansur, petani asal Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang budi daya ikan koi dan ikan nila prima. Adi mampu meraup omzet belasan juta rupiah.
Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula, Ladang Bisnis Potensial
Cara budi daya ikan yang dilakukan Adi terbilang unik, dengan menyatukan ikan koi dan ikan nila dalam satu kolam.
Adi mulai usaha budi daya koi yang merupakan ikan hias bersama dengan ikan konsumsi sejak tahun 2010. Selain. Ikan nila prima, Adi juga Budi daya gurame Padang.
“Punya 10 kolam ikan budi daya dengan ukuran 4 x 7 meter. Saya melakukan budi daya dari mulai penetasan telur ikan, kemudian benih dan pembesaran sampai siap panen dari setiap kolam,” ujar Adi, Minggu (28/1/2024).
Pada awal pembenihan, semua ikan memang terpisah. Namun ketika memasuki usia dua bulan, semua ikan, yakni koi, gurame dan nila disatukan dalam satu kolam. Tujuannya supaya ikan koi menjadi lebih kuat dan terjaga kualitasnya.
Adi mengaku dari bisnis budi daya ikan koi tersebut mampu menghasilkan cuan dari Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bulan.
“Untuk harga ikan nila prima itu Rp 35 ribu per kilogram. Seekor ikan nila bobotnya bisa sampai 3 kilogram,” jelasnya.
Sedangkan untuk ikan koi, harganya bervariasi tergantung motif. Dari mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Adi biasa panen dua Minggu sekali. Ikan tersebut Adi pasok ke sejumlah kota di Jawa Barat.
Adi menyebut menurut pengakuan konsumen, kualitas ikan miliknya berbeda dari yang lain. Untuk ikan konsumsi, punya rasanya yang lezat. Sedangkan untuk ikan koi bisa kuat dan tahan meski kurang perawatan.
“Di sini ikan nila prima rasanya enak beda dari yang lain. Untuk ikan koi warnanya cantik dan kuat tahan lama,” pungkasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)