harapanrakyat.com – Pemkot Cimahi, Jawa Barat, segera membangun kolam retensi di Pasirkaliki untuk mengatasi ancaman banjir yang selama ini menghantui. Saat ini pembangunan kolam masih dalam proses. Nantinya, kolam penampung tersebut mampu menampung 56 ribu meter kubik air.
Baca Juga : Cegah Banjir, Personel Gabungan Cimahi Bersihkan Saluran Drainase
Kabid Perumahan dan Permukiman DPKP Kota Cimahi, Sambas Subagja mengatakan, pembangunan kolam retensi itu menjadi salah satu upaya mengendalikan ancaman banjir.
“Masih dalam proses. Setelah pembebasan lahan, baru tinggal kita bangun (kolam retensi). Saat ini baru pembangunan alamiah, baru bisa menampung 28 meter kubik. Nanti kalau sudah selesai pembangunan, bisa menampung sampai 56 ribu meter kubik air,” katanya, Jumat (26/1/2024).
Selain membangun kolam retensi, kata Sambas, Pemkot Cimahi juga melakukan upaya lainnya mengatasi ancaman banjir ini. Seperti pelebaran Sungai Cigugur dan juga perencanaan pelebaran sungai di wilayah hilir seperti di Melong.
“Pembebasan lahan di Cigugur Tengah, hampir rampung dan tahun ini akan selesai untuk pelebaran Sungai Cigugur hingga 8 meter,” ucapnya.
Harus Ada Pelebaran Sungai di Melong Atasi Ancaman Banjir di Cimahi
Sambas mengakui, sungai di kawasan Melong memang harus ada pelebaran hingga 8 meter dan jalan inspeksi 5 meter. Saat ini, lanjut ia, kondisi jalan inspeksinya hanya sekitar 3 meter.
Demikian halnya juga dengan sungai di Nanjung dan Margaasih yang berlokasi di Kabupaten Bandung, memerlukan pelebaran menjadi 9 meter.
Baca Juga : Kawasan Resapan Air di KBB Berkurang, Banjir Terjang Cimahi Utara
Namun, lanjut Sambas, upaya mengatasi ancaman banjir itu juga harus seimbang dengan pengendalian kawasan konservasi resapan air di kawasan hulu air. Hal itu agar mengatasi ancaman banjir di Cimahi tidak menjadi sia-sia.
Masih menurut Sambas, pengendalian konservasi di wilayah hulu adalah kunci mengatasi banjir di Bandung Raya, termasuk Cimahi. Pengendalian kawasan resapan itu kedepannya harus selaras dengan upaya-upaya struktural Pemkot Cimahi.
“Jika konservasi terus terabaikan, tentu akan membuat upaya kita mengatasi ancaman banjir di Cimahi ini sia-sia. Harus simultan antara fisik dan upaya penanganan konservasi di kawasan hulu,” tuturnya. (Juhaeri/R13/HR Online/Editor-Ecep)