Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita PangandaranSikap Fraksi PKB Pangandaran Terkait Rencana Pinjaman Daerah ke Bank, Menolak atau...

Sikap Fraksi PKB Pangandaran Terkait Rencana Pinjaman Daerah ke Bank, Menolak atau Tidak Ya?

harapanrakyat.com,- Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Pangandaran mengambil sikap tegas terkait rencana pinjaman daerah ke bank.

Secara terang-terangan, Fraksi PKB DPRD Pangandaran menolak Pemkab Pangandaran utang ke bank Rp 350 miliar untuk menutup defisit anggaran APBD.

Sebagai bukti penolakan tersebut, wakil rakyat dari partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang tersebut, tidak hadir di rapat paripurna penetapan APBD 2024.

“Di awal pembahasan APBD 2024, Pemda Pangandaran mengajukan usulan pinjaman. Adapun pinjaman tersebut dari jangka pendek menjadi jangka panjang, dengan rencana pinjaman Rp 350 miliar,” kata Wakil Ketua DPRD Pangandaran dari Fraksi PKB, Jalaludin, Minggu (3/12/2023)

Alasan Fraksi PKB Pangandaran Tolak Penetapan APBD 2024 dan Rencana Pinjaman Daerah ke bank

Jalaludin menjelaskan kenapa pihaknya menolak paripurna penetapan RAPBD menjadi APBD tahun 2024.

Pertama, terjadinya defisit di Kabupaten Pangandaran tidak terlepas dari analisa partainya sejak tahun 2018.

Menurutnya, sesungguhnya defisit bukan karena alasan Covid-19. Melainkan karena alasan perencanaan yang dimuat dalam APBD sejak 2018, mengandung defisit yang berjalan.

“Dan sampai hari ini terjadi akumulasi. Pemda menganggap jika tidak dilakukan upaya khusus, maka kondisi APBD Pangandaran terjadi kegoncangan,” tuturnya.

Kemudian alasan selanjutnya, pembahasan mekanisme tata kelola dan besaran rencana pinjaman daerah ke bank sejak awal belum cukup.

Baginya, bukan hanya Surat Keputusan DPRD. Tapi isi dan tata kelola utang yang akan ditutup pinjaman itu harus dibahas dengan detail.

Oleh karena itu, sampai saat menjelang rapat paripurna penetapan APBD 2024 hari Jumat (1/12/2023), pihaknya belum menganggap cukup kejelasan tentang mekanisme tata kelola dan besaran pinjaman.

“Apakah besaran pinjaman daerah ke bank itu bisa menyelesaikan seluruh defisit yang menjadi beban APBD Pangandaran? Atau masih ada beban yang belum terselesaikan?” katanya.

Jika melihat di portofolio hasil analisa BPKP, lanjutnya, bahwa Pemda Pangandaran harus melakukan pinjaman.

Pinjaman yang diestimasi tersebut, bisa menyelesaikan seluruh defisit, agar dikemudian hari tidak terjadi jebakan hutang.

“Jebakan hutang itu, yakni pinjaman jangka panjang dengan tenggang waktu 10 tahun. Maka setiap tahun pembahasan anggaran ke depan, Pemda Pangandaran akan terbebani oleh cicilan dan pinjaman jangka panjang,” terangnya.

Menurutnya, jika dalam tahun berjalan terdapat defisit berjalan, maka kewajiban Pemda Pangandaran akan dobel. Yakni menutup pinjaman daerah ke bank, dan menanggung defisit tahun berjalan tersebut.

“Itu yang ingin kita dapatkan kejelasannya,” tegasnya.

Pemkab Pangandaran Hiraukan Saran BPKP

Pihaknya melihat hasil rekomendasi BPKP terkait upaya agar tahun berjalan tidak ada defisit, Pemda Pangandaran harus melakukan efisiensi.

“Kami melihat setelah pembahasan APBD 2023 meninggalkan defisit juga,” tukasnya.

Kenyataan, pihaknya melihat apa yang BPKP sarankan tidak diindahkan oleh Pemkab Pangandaran. Seperti masih ada kegiatan fisik dan hibah tetap dilaksanakan.

“Kami juga memprediksi di tahun 2023 pun akan menyumbang defisit tahun berjalan 2023,” kata Jalaludin.

“Karenanya, kami menganggap rencana pinjaman daerah ke bank tersebut, belum bisa mengatasi persoalan defisit di Kabupaten Pangandaran,” ucapnya menambahkan.

Adapun alasan Fraksi PKB DPRD Pangandaran menolak penetapan APBD 2024, sambungnya, bukan karena tidak paham apa yang terjadi di Pangandaran.

“Tapi kami mengetahui dengan sejelas-jelasnya,” ucapnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...