Artis Raffi Ahmad terpilih menjadi duta olahraga biliar Indonesia. Ia bertugas untuk memperkenalkan dan mempopulerkan olahraga ini di kalangan masyarakat.
Selain itu, Raffi Ahmad juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Artis PB Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI).
Ia juga bertugas untuk menarik minat pecinta biliar, dan mengubahnya menjadi bagian dari industri sportainment.
Raffi Ahmad mengatakan, bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan merencanakan pertandingan persahabatan antar artis biliar.
“Saya berharap dapat melibatkan artis dengan jumlah pengikut yang besar. Hal itu untuk meningkatkan popularitas dan pemahaman terhadap olahraga biliar,” kata Raffi saat konferensi pers Indonesia International Open 2024 di Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Sebagai duta olahraga biliar Indonesia, Raffi berharap pada tahun 2024, jumlah penggemar olahraga tersebut bisa bertambah. Salah satunya melalui berbagai pertandingan dan turnamen yang akan berlangsung nanti.
Ia juga ingin mengajak masyarakat untuk bermain biliar, memulainya dengan kesenangan, dan jika ada yang serius bisa melanjutkan ke tingkat profesional.
“Saya berharap olahraga biliar semakin terkenal dan dicintai pada tahun 2024. Serta Indonesia dapat mencapai prestasi lebih tinggi dalam olahraga ini. Terutama dengan perkembangan POBSI di bawah kepemimpinan Pak Hary,” ungkap duta olahraga biliar Indonesia.
POBSI akan menyelenggarakan Indonesia International Open 2024, turnamen biliar kelas dunia pertama yang ada di Indonesia. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 21-25 Januari 2024 mendatang.
Ketua Umum PB POBSI, Hary Tanoesoedibjo berharap, turnamen ini dapat meningkatkan reputasi Indonesia secara global. Selain itu juga memberikan kesempatan bagi para atlet untuk mengasah keterampilan mereka.
“Kita perlu lebih banyak mengadakan kompetisi, mau itu di tingkat lokal maupun internasional,” ucapnya.
“Hal ini untuk memastikan bahwa atlet terbiasa dengan persaingan dan agar makin percaya diri. Harapannya, ini akan membawa nama baik juga untuk Indonesia ke tingkat internasional,” pungkasnya. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)