Perbedaan saraf dan otot penting untuk diketahui. Jaringan saraf maupun otot sangat berperan penting untuk sistem gerak pada tubuh manusia. Berdasarkan fungsinya, jaringan saraf menghantarkan sinyal listrik (impuls) dari dan menuju sumsum tulang belakang, otak serta ke organ-organ yang lain.
Sementara itu, jaringan otot berkontraksi untuk menggerakkan organ, tulang, serta jaringan yang lain.
Perbedaan Saraf dan Otot yang Penting Diketahui
Dua elemen vital yang seringkali menjadi fokus perbincangan adalah saraf dan otot. Meskipun keduanya bekerja secara bersinergi untuk menjaga tubuh kita tetap berfungsi, namun perbedaan esensial di antara keduanya tidak boleh diabaikan. Berikut adalah perbedaannya:
Berdasarkan Pengertiannya
Jaringan saraf ialah suatu sistem kompleks yang memainkan peran krusial dalam mengatur segala aktivitas dalam tubuh. Sistem saraf kompleks ini dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Baca Juga: Otot Bisep dan Trisep, Berperan dalam Berbagai Macam Gerakan
Struktur sistem saraf terbentuk dari berbagai komponen sel saraf, yang bekerja bersama dengan sistem hormon untuk menjaga fungsi tubuh.
Secara umum, fungsi sistem saraf melibatkan regulasi berbagai proses. Seperti kontraksi otot dan perubahan cepat dalam organ tubuh bagian dalam. Termasuk kecepatan sekresi dari beberapa kelenjar endokrin.
Sedangkan jaringan otot manusia merupakan bagian tubuh yang memiliki tanggung jawab terhadap pergerakan badan.
Berdasarkan Fungsinya
Fungsi utama jaringan saraf adalah menerima, memproses, dan menyampaikan rangsangan dari seluruh organ tubuh. Sementara itu, secara keseluruhan fungsi jaringan otot manusia mencakup pergerakan, stabilisasi posisi tubuh, pengaturan volume organ, dan termogenesis. Menariknya, sekitar 85% panas tubuh dihasilkan melalui kontraksi jaringan otot manusia.
Berdasarkan Bagiannya
Perbedaan saraf dan otot juga dapat diketahui dari bagian-bagiannya. Antara lain:
Jaringan Saraf
Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
1. Sistem Saraf Pusat
Fungsi sistem saraf pusat adalah menerima informasi dari seluruh bagian tubuh dan selanjutnya mengkoordinasikan aliran informasi tersebut untuk menghasilkan respons tubuh. Organ yang masuk dalam sistem ini meliputi saraf otak, sel neuron, serta sumsum tulang belakang.
2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi merupakan sekumpulan saraf lanjutan yang berasal dari otak dan sumsum tulang belakang. Sel-sel saraf ini menghantar impuls dari dan menuju sistem saraf pusat. Fungsinya adalah menghubungkan respons dari sistem saraf pusat dengan organ tubuh dan bagian lain di dalam tubuh.
Baca Juga: 12 Saraf Kranial yang Ada di Otak Beserta Fungsinya
Saraf ini menjalar dari sistem saraf pusat hingga ke bagian terluar tubuh. Berperan sebagai jalur pengiriman dan penerimaan rangsangan dari dan menuju otak.
Akson adalah nama bagi saraf yang membentuk sistem saraf tepi. Beberapa saraf mungkin sangat kecil, tetapi ada juga yang membentuk ikatan saraf yang besar dan dapat terlihat dengan jelas oleh mata.
Jaringan Otot
Jaringan otot terdiri dari tiga bagian, yaitu otot polos, otot rangka (otot lurik), serta otot jantung.
1. Otot Polos
Otot polos terdiri dari sel-sel memanjang dengan panjang berkisar antara 30-200 mikrometer. Setiap sel memiliki satu nukleus pipih yang terletak di bagian tengah sel. Di sekitar inti sel, terdapat banyak mitokondria.
Reaksi otot polos terhadap rangsangan cenderung lambat, sehingga kontraksinya berlangsung secara perlahan namun tidak mudah lelah. Selain itu, otot polos beroperasi tanpa adanya pengaruh kesadaran (otonom) sebagai otot involunter.
Sel otot polos juga mengandung serat-serat miofibril yang tersusun atas serabut halus yang bernama miofilamen. Struktur ini bersifat homogen, memberikan kesan polos pada otot polos.
2. Otot Lurik (Otot Rangka)
Otot lurik terdiri dari berkas sel-sel silindris yang relatif panjang, dengan panjang sekitar 4 cm. Selain itu, otot lurik memiliki banyak inti dengan diameter berkisar 10-100 mikrometer sebagai serabut otot.
Inti dari sel otot lurik terletak di tepi sel. Di dalam sarkoplasma, terdapat miofibril yang memiliki panjang sekitar 1-2 mikrometer. Penting untuk dicatat bahwa miofibril ini tersusun atas miofilamen, yang terdiri dari protein otot seperti aktin, miosin, troponin, dan tropomiosin.
3. Otot Jantung
Otot jantung memiliki struktur yang mirip dengan otot rangka. Sel otot jantung memiliki percabangan dan satu inti yang terletak di bagian tengah setiap sel.
Baca Juga: Cara Kerja Otot Jantung, Anatomi Tubuh dengan Fungsi Penting
Sel otot jantung membentuk berkas yang rapat, memungkinkannya untuk menghasilkan gelombang kontraksi. Selain itu, pada otot jantung terdapat garis-garis transversal yang berwarna gelap, yakni diskus interkalaris.
Dari perbedaan saraf dan otot tersebut dapat kita ketahui jika keduanya sama-sama berperan krusial untuk sistem gerak dalam tubuh manusia. (R10/HR-Online)