harapanrakyat.com,- Korban travel umroh di Garut, Jawa Barat, mengaku tak diberi tiket pesawat usai sampai di Bandara Soekarno Hatta oleh pihak travel yang berjanji memberangkatkan mereka ke Tanah Suci.
Polisi memastikan telah mengamankan 44 barang bukti berupa tas, serta perlengkapan calon jamaah umroh yang diduga tertipu travel kaleng-kaleng.
Ada sebanyak 22 warga Kecamatan Pamulihan Garut, yang gagal berangkat umroh ke tanah suci. Mereka diduga menjadi korban penipuan travel umroh.
Para korban mengaku kaget saat tiba di Bandara Soekarno Hatta ternyata tak diberi tiket pesawat. Pihak travel pun tak memberikan visa kepada para calon jamaah, sehingga mereka memilih pulang kembali ke Garut.
“Setelah sampai di Bandara kita nggak ada kejelasan kapan akan berangkat. Bahkan ditanyain terkait visa sama tiket belum ada,” kata Ede Suparman, salah seorang korban travel umroh asal Garut, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga: Terkuak! Tarif Travel Umroh Abal-Abal di Garut Rp 30 Juta per Orang
Ia juga mengatakan kalau dirinya sempat menanyakan tiket dan visa kepada pihak travel. Namun jawabanya tidak jelas.
Korban lebih memilih pulang ke Garut dari pada terkatung-katung di kota lain. Hal itu ia lakukan karena mereka merasa telah tertipu travel umroh.
“Kami memutuskan pulang kembali ke kampung halaman masing-masing,” jelasnya.
Polisi memastikan telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk mengamankan banyak barang bukti.
“Betul, kita telah menerima laporan dari para korban. Ada barang bukti juga berupa tas travel,” kata AKP. Ari Rinaldo, Kasat Reskrim Polres Garut.
Ia juga menjelaskan, para korban telah menyetor uang kepada pihak travel senilai puluhan juta rupiah per orang.
“Hasil keterangan saksi dan korban bahwa setoran kepada pihak travel bervariatif. Bahkan ada yang sudah puluhan juta rupiah,” terangnya.
Kini kasus tersebut masih dalam pendalaman Polres Garut. Polisi akan segera melakukan langkah agar kasus ini terang benderang. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)