harapanrakyat.com,- Putra Galuh Farm Kota Banjar, Jawa Barat, yang berlokasi di Dusun Pabuaran, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, berhasil mengembangkan budi daya lebah madu trigona.
Demplot pengembangan lebah madu itu pun tak hanya dijadikan demplot. Namun juga bisa menjadi usaha yang menghasilkan cuan.
Pengelola Madu Putra Galuh Farm, Aditya (17), mengaku mulai mengembangkan lebah madu Trigona tersebut sejak tahun 2022 atau sekitar satu setengah tahun yang lalu.
Sementara untuk stup pengembangan lebah madu tersebut, belum begitu banyak. Baru sebanyak 10 stup yang dilakukan secara bertahap.
Dari pengembangan budi daya lebah madu trigona tersebut, lanjutnya, sudah beberapa kali melewati masa panen. Kemudian dari hasil produksinya, ia jual dalam bentuk kemasan botol.
“Budi daya lebah madu ini sudah berjalan sekitar satu tahun setengah. Sekarang sudah mulai produksi,” kata Aditya kepada harapanrakyat.com, Senin (11/12/2023).
Harga Hasil Produksi Budi Daya Madu Trigona di Putra Galuh Farm Kota Banjar
Lanjutnya menyebutkan, jumlah madu yang dihasilkan dari setiap stup tidak bisa ditentukan. Tergantung dari banyaknya bunga atau nektar yang lebah tersebut hasilkan.
Setiap bulannya dari 10 stup tersebut, dalam sekali panen rata-rata menghasilkan 6,3 liter madu. Jika dikemas dalam bentuk kemasan, bisa menghasilkan 63 botol madu isi 100 mili.
Selama ini, Aditya menjual hasil madu tersebut dalam bentuk kemasan botol ke masyarakat, melalui pemasaran produk UMKM. Adapun harga jualnya Rp 85 ribu per botol.
“Penjualan biasanya saya buka stand di BWP kalau minggu pagi. Ada juga beberapa pelanggan kita yang sudah biasa meminum madu trigona, mereka langsung datang ke rumah,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, awal mula mengembangkan budi daya lebah madu trigona tersebut, karena menurutnya bisa dikembangkan menjadi potensi usaha.
Terlebih di Kota Banjar belum banyak yang mengembangkan madu trigona. Meskipun di Banjar sendiri untuk sementara ini peminatnya belum begitu tinggi.
“Rencana pengembangan pasti ada. Cuma karena saya masih sekolah, jadi agak terkendala. Dan untuk budi daya madu khususnya trigona di Kota Banjar sendiri menurut saya masih kurang kang, terutama dari segi relasi dan penjualan,” ucapnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)