harapanrakyat.com,- Massa dari Reuni 212 di Kawasan Monas, Jakarta, mendesak kepada pemerintah untuk menghukum organisasi massa (ormas) dan individu yang pro Israel.
Gaung desakan tersebut saat terdengar saat ribuan massa tumpah ruah di kawasan Monas, Sabtu (2/11/2023).
“Karena mereka itu telah melanggar konstitusi yang mana adalah Pembukaan UUD 1945 dan Permenlu RI nomor 3 tahun 2019. Serta bisa menciptakan keonaran seperti yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara,” teriak Ketua SC Munajat Kubro Muhammad Bin Husein Al Atthas.
Muhammad Bin Husein Al Atthas membacakan tuntutan tersebut, karena Pembina PA 212 Habib Rizieq Shihab (HRS) tidak bisa hadir bersama massa reuni di Monas.
Alasan Habib Rizieq tidak bisa datang dalam aksi tersebut, karena sedang menemani sang isteri di rumah sakit.
Sehingga Ketua SC Munajat Kubro yang juga merupakan menantunya, mendapat amanah untuk membacakan kata sambutan tersebut.
HRS juga mengapresiasi tindakan pemerintah RI, karena selalu membela serta mendukung Palestina. Terutama sejak zionis Israel melancarkan serangan pada 7 Oktober 2023.
Tuntutan Lain Massa Reuni 212 di Monas
Reuni dengan tajuk ‘Munajat untuk Kemenangan Palestina dan Keselamatan NKRI’, tidak hanya mengutuk serangan Israel. Namun juga meminta agar Pemilu 2024 nanti digelar secara jujur dan adil.
HRS mendesak kepada setiap peserta dan penyelenggara pemilu, harus fokus, serius, tulus, serta amanah. Selain itu juga tanpa perbuatan curang yang merusak sistem demokrasi.
“Hindari politik uang agar masyarakat Indonesia tidak terpecah dan terpolarisasi,” ujar Rizieq.
Kemudian tuntutan yang ketiga, yaitu menjaga persatuan NKRI. Di hadapan ribuan massa Reuni 212 Monas, HRS menyerukan kepada seluruh warga dan umat Islam di Indonesia, untuk terus menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945.
“Segenap bangsa Indonesia wajib untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI yang berdasarkan atas Pancasila dan UUD 1945,” tutup Rizieq.
Setelah selesai, ribuan massa Reuni 212 yang berkumpul sejak Sabtu (2/12/2023) pukul 03.00 WIB pun meninggalkan kawasan Monas, Jakarta, dengan tertib. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)